Page 28 - index
P. 28
SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN
A. MASYARAKAT PASCA-INDUSTRI (POST-INDUSTRIAL SOCIETY):
DANIEL BELL
Melalui karyanya berjudul The Coming of Post-Industrial (1976)
Daniel Bell meramalkan akan adanya “ma syarakat pasca-industri”. Da-
lam kar yanya itu, Bell menyebutkan bahwa basis kekuatan masyarakat
post-industrial berbeda dengan dua jenis masyarakat sebelumnya, yaitu
masyarakat pra-industri dan masyarakat industri. Bila kekuatan utama
masyarakat pra-industri terletak pada sumber daya alam, terutama
lahan, dan masyarakat industri pada mesin, maka dalam masyarakat
post-industrial, Bell berpendapat informasi serta teknologi informasilah
sebetulnya yang menjadi kekuatan utama penggerak dinamika masyara-
kat dan perubahan sosial. Tanpa memiliki kemampuan untuk mengolah
PRENADAMEDIA GROUP
informasi dan dukungan teknologi informasi, boleh dikatakan tidak akan
mungkin masyarakat mampu bertahan dan survive dalam melangsung-
kan kehidupannya. Bisa dibayangkan, di era sekarang ini, bagaimana
mungkin interaksi masyarakat di era global dan perkembangan sektor
perekonomian bisa berlangsung jika tidak didukung teknologi informasi.
Dalam kajian dan perkembangan ilmu sosial, konsep tentang Masya-
rakat Informasi dalam karya Daniel Bell sebenarnya tidak muncul begitu
saja dari hasil perenungan. Bell mengemukakan prediksinya tentang
kehadiran masyarakat informasi karena adanya kecenderungan data
ketika itu yang memperlihatkan perubahan yang terjadi di masyarakat,
terutama berkaitan dengan munculnya jenis pekerjaan baru di masyarakat.
Kecenderungan utama yang mengiringi proses terbentuknya masyarakat
pasca-industri adalah kemunculan dan pesatnya pertumbuhan berbagai
jenis lapangan kerja yang berhubungan dengan informasi, meningkatnya
bisnis dan industri dengan produksi, transmisi, dan analisis informasi,
serta meningkatnya sentralitas peran para teknolog, yaitu para manajer
dan profesional terdidik yang memiliki keahlian khusus dalam mengolah
dan memanfaatkan informasi untuk keperluan pembuatan keputusan.
Berangkat dari argumennya bahwa mayoritas jenis pekerjaan di
masyarakat menentukan ciri penjelas suatu masyarakat, maka Bell ber-
usaha membedakan jenis pekerjaan dalam perubahan masyarakat dari
pra-industrial hingga post-industrial. Bell menyebutkan bahwa dalam
masyarakat pra-industri, pekerjaan di sektor pertanian umumnya adalah
mata pencaharian yang dominan dan merupakan tempat masyarakat
agra ris menggantungkan kehidupannya. Sementara itu, dalam masyara-
kat industri, berbagai pekerjaan di pabrik merupakan mata pencaharian
yang populer di masyarakat, dan bahkan menjadi norma tersendiri karena
sebagian besar masyarakat umumnya telah menyadari bahwa mereka
tidak mungkin hanya menggantung kehidupannya dari sektor pertanian
342

