Page 33 - index
P. 33
BAB 22 • MASYARAKAT INFORMASI DAN NET GENERATION ...
Menyebarnya berbagai pekerjaan di bidang jasa pelayanan, khususnya
dalam perdagangan, keuangan, pendidikan, kesehatan, dan pemerintah-
an, menggambarkan betapa pesat perkembangan masyarakat pekerja
kantoran (white-collar workers). Namun demikian, Bell juga menegas-
kan bahwa semua jasa pelayanan yang muncul tidak berarti pekerja
kantoran, karena jasa-jasa tersebut juga meliputi pekerja transportasi
dan bengkel mobil. Sebaliknya, tidak semua manufaktur merupakan
pekerjaan buruh (blue-collar workers). Pada 1970, komponen pekerjaan
kantoran dalam bidang manufaktur —profesional, manajerial, tata buku,
dan penjualan—hampir mencapai 33 persen dari angkatan kerja yang
ada, sementara 69 persennya adalah pekerja buruh (6.055.000 pekerja
kantoran dan 13.400.000 pekerja buruh). Sampai tahun 1975 komponen
pekerja kantoran mencapai 34,5 persen. Di dalam angkatan kerja pekerja
PRENADAMEDIA GROUP
buruh sendiri terdapat perubahan stabil dan berbeda-beda dari pekerjaan
produksi langsung ke pekerjaan nonproduksi, karena semakin banyak
pekerjaan menjadi pekerjaan otomatis dan di dalam pabrik, pekerja yang
dibutuhkan ialah pekerja yang berkaitan dengan mesin, seperti perbaikan
dan pemeliharaan mesin, daripada pekerjaan perakitan.
Pada 1980, total angkatan kerja bidang manufaktur mencapai sekitar
22 juta orang atau 22 persen dari angkatan kerja pada saat itu. Namun
dengan penyebarluasan perkembangan teknologi seperti alat mesin kon-
trol numerik, komputer elektronik, instrumentasi, dan kontrol otomatik,
maka proporsi dari pekerja produksi langsung menjadi menurun stabil.
Terlepas apa pun perubahan yang terjadi, dan seberapa besar proporsi
pekerjaan di bidang jasa yang tumbuh, perubahan menjadi masyarakat
pasca-industri sesungguhnya tidak hanya ditandai dengan perubahan
pada sektor distribusi—tempat di mana orang bekerja—namun juga pada
pola pekerjaan, yakni jenis pekerjaan yang mereka kerjakan. Di Amerika,
sejak 1920 kelompok pekerja kantoran menjadi kelompok pekerja de-
ngan pertumbuhan tercepat dalam masyarakat, dan ini terus berlanjut
sampai 1956, dan untuk kali pertama kelompok ini melampaui lapangan
pekerjaan dari pekerja buruh. Sampai 1980, rasionya adalah sekitar 5:3
untuk pekerja kantoran.
Dengan kenyataan ini, perubahan yang terjadi di masyarakat Amerika
sesungguhnya adalah sangat dramatis, meski kadang kala tersamar karena
hingga kini keseluruhan jumlah dari pekerja kantoran yaitu para wanita
pada bidang pembukuan atau penjualan; dan di masyarakat Amerika,
sebagaimana pada masyarakat lainnya, status keluarga masih dinilai
berdasarkan pekerjaan laki-laki (lihat: Waters, 1996: 111-115).
347

