Page 35 - index
P. 35
BAB 22 • MASYARAKAT INFORMASI DAN NET GENERATION ...
daya dasarnya. Berbagai profesi yang lahir di era post-industrial, seperti
bankir, pendidik, konsultan, dan bagian pemasaran perusahaan, pada
dasarnya ialah profesi yang termasuk ke dalam pekerjaan jasa pelayanan
atau pekerjaan informasi. Oleh karenanya, dominasi lapangan pekerjaan
jasa pelayanan menimbulkan kuantitas informasi yang semakin bertam-
bah banyak. Daniel Bell sendiri membedakan tiga jenis pekerjaan dalam
masyarakat, yaitu aktivitas ekstraktif, fabrikasi, dan informasi.
Di era masyarakat post-industrial, lapangan pekerjaan yang dominan
dan terus bertambah tak pelak merupakan pekerjaan informasi. Daniel
Bell memprediksi bahwa pekerjaan di bidang jasa informasi ini akan
menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di era global seperti
sekarang, karena beberapa alasan. Pertama, pekerjaan informasi me-
rupakan lapangan pekerjaan kerah-putih yang berhubungan dengan
PRENADAMEDIA GROUP
manusia daripada benda, serta menjanjikan kepuasan kerja lebih besar
daripada sebelumnya. Kedua, Bell mengklaim bahwa di dalam pekerjaan
profesional sektor jasa pelayanan, yakni akuntansi, lebih dari tiga puluh
persen angkatan kerjanya ialah mereka yang lahir akhir tahun 1980-
an. Ini artinya bahwa “orang pusat” dalam masyarakat post-industrial
adalah kaum profesional, karena mereka telah dilengkapi dengan pen-
didikan dan kepelatihan, sehingga mampu memberikan keahlian yang
sangat dibutuhkan dalam masyarakat pasca-industri. Ketiga, inti dari
masyarakat pasca-industri ialah jasa pelayanan teknik profesionalnya,
di mana ilmuwan dan insinyur ialah mereka yang membentuk kelompok
utama dalam masyarakat pasca-industri. Keempat, ini ialah segmen jasa
pelayanan tertentu yang menentukan bagi masyarakat pasca-industri.
Mereka adalah para profesional dalam bidang kesehatan, pendidikan,
penelitian dan pemerintahan, di mana kita mampu menyaksikan perlu-
asan inteligensia baru di universitas, organisasi penelitian, profesi, dan
pemerintahan (Waters, 1996: 110).
Secara garis besar, sejumlah perubahan penting yang terjadi di ma-
syarakat post-industrial yaitu: pertama, kehadiran pekerjaan yang lebih
profesional, peranan lebih besar pada intelektual, kepentingan lebih di-
tempatkan pada kualifikasi, dan lapangan pekerjaan lebih bersifat orang
ke orang. Ini tidak hanya memberikan prospek yang lebih menarik, tetapi
juga meningkatkan peranan informasi/pengetahuan. Berbeda dengan
era kapitalis di mana aktivitas perekonomian berkembang lebih diten-
tukan oleh laissez-faire atau dalam istilah Adam Smith sebagai “tangan-
tangan tuhan yang tidak kelihatan”, di era masyarakat post-industrial,
peran informasi menjadi sangat penting karena para profesional tidak
lagi memandang pasar bebas sebagai hal yang selalu sulit diprediksi,
melainkan mereka akan memahami dinamika pasar dengan perkiraan,
349

