Page 18 - index
P. 18
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
Masyarakat, menurut Parsons paling tidak harus memiliki empat
fungsi imperatif yang sekaligus merupakan karakteristik sistem sosial.
Secara lebih perinci, keempat fungsi yang dimaksud Parsons yaitu AGIL,
yang merupakan perpanjangan dari fungsi A (Adaptation), G (Goal At-
tainment), I (Integration), dan L (Latent Maintenance). Fungsi adaptasi
merupakan sistem untuk mempertahankan sumber-sumber penting
da lam sistem dalam menghadapi external demands. Fungsi pencapaian
Prenada Media Group
tujuan merupakan fungsi ketika sistem memprioritaskan tujuan dan
memobilisasi sumber daya untuk mencapai tujuan. Fungsi integrasi
merupakan proses yang terjadi di internal sistem yang mengoordinasi
inter-relationship berbagai subsistem. Sementara itu, fungsi pemeliha-
k mo ke-
sepakatan sosial dengan menggunakan internal teensions.
Sebagai seorang sosiolog yang paling berpengaruh di Amerika di
zaman itu, Parsons banyak mencurahkan waktunya untuk menyusun
suatu teori sosial yang mengintegrasikan seluruh pemikiran dalam
suatu kerangka teori yang utuh. Dalam mengembangkan teori sistem
tindakan (action system theory), Parsons menyatakan ada empat tipe tin-
dakan yang saling interelasi satu dengan yang lain. Keempat sistem tin-
dakan tersebut yakni sistem budaya, sistem sosial, sistem kepribadian
dan sistem organisme perilaku. Inilah yang dikenal dengan istilah teori
sibernetika Parsons.
Organisme perilaku, menurut Parsons adalah sistem tindakan yang
melaksanakan fungsi adaptasi dengan menyesuaikan diri atau meng-
ubah lingkungan eksternal. Sistem kepribadian melaksanakan fungsi
pencapaian tujuan dengan menetapkan sistem tujuan dan memobilisasi
sumber daya yang ada untuk mencapainya. Sistem sosial menangani
fungsi integrasi dengan cara mengendalikan bagian-bagian yang men-
jadi komponennya. Adapun sistem kultural melaksanakan fungsi peme-
liharaan pola dengan menyediakan aktor seperangkat norma dan nilai
yang memotivasi mereka untuk bertindak. Keempat sistem tersebut,
menurut Parsons berada dalam suatu tatanan hierarkis, di mana makin
tinggi sistem makin sulit mengalami perubahan.
Parsons berbeda dengan Durkheim yang menganggap individu
sepenuhnya ditentukan masyarakat, karena di mata Parsons, setiap in-
6

