Page 15 - index
P. 15
BaB 1 | Fungsionalisme dan Neofungsionalisme: Asumsi Dasar, Perkembangan & Kritik
bukunya mencoba mengaitkan sosiologi dengan penelitia n empiris yang
bisa menghasilkan hukum organisasi sosial manusia. Selanjutnya, hu-
kum tersebut bisa digunakan untuk mereorganisasikan masyarakat dan
mempertahankan keseimbangannya (Turner & Maryanski, 2010: 7).
Di mata Comte, masyarakat bukanlah agregat dari individu yang
ada di dalamnya. Pada tataran ini, individu sangat dipengaruhi oleh bu-
dayanya, dan bukan merupakan suatu entitas yang bersifat independen.
Prenada Media Group
Masyarakat memiliki struktur yang masing-masing berfungsi secara
terorganisasi, memiliki elemen budaya yang menghasilkan solidaritas
sosial—yang berfungsi mengintegrasikan perilaku individu dalam ma-
syarakat.
Ilmuwan lain yang memiliki andil dalam perkembangan awal fung-
sionalisme ialah Herbert Spencer. Spencer mengembangkan prinsip-
prinsip yang berlaku dalam biologi, khususnya organisme yang kemudi-
an digunakan sebagai analogi masyarakat. Pemikiran Spencer ini paralel
dengan pemikiran Charles Darwin tentang evolusi, sehingga pemikiran
Spencer terkadang disebut sebagai Darwinisme Sosial.
Dua hal penting dalam teori evolusionisme Spencer yang dipenga-
ruhi Darwin, menurut Ritzer (2012) yaitu: Pertama, berkenaan dengan
ukuran masyarakat yang makin bertambah melalui pelipatgandaan indi-
vidu dan penyatuan kelompok, di mana pertambahan yang terjadi di-
barengi oleh struktur-struktur sosial yang lebih besar dan lebih terdife-
rensiasi, serta peningkatan diferensiasi fungsi yang dilaksanakannya.
Kedua, perubahan masyarakat yang militan ke masyarakat industrial.
Menurut Spencer, masyarakat industrial lebih dipersatukan oleh persa-
habatan, altruisme, spesialisasi yang rumit, pengakuan atas prestasi ke-
timbang pada sifat bawaan, dan kerja sama sukarela di antara individu
yang sangat berdisiplin.
Sebagai suatu sistem, masyarakat menurut Spencer memiliki fungsi
mempertahankan kelangsungan sistem secara keseluruhan. Baginya se-
tiap masyarakat memiliki empat problem mendasar yang harus diatasi,
yaitu produksi, reproduksi, regulasi dan distribusi. Spencer berbeda de-
ngan Comte, karena evolusi Comtenian dinilai berada dalam alam ide,
sedangkan teori evolusi Spencerian berada dalam dunia nyata (material
word).
3

