Page 22 - index
P. 22
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
Sesuatu yang baku di masyarakat belum tentu fungsional. Adanya
pelbagai perbedaan kepentingan yang saling bertentangan antarkelom-
pok dan organisasi yang berbeda dalam suatu masyarakat yang kom-
pleks, serta kelangkaan sumber-sumber, akan menyebabkan pola adap-
tasi yang fungsional bagi satu kelompok, mungkin justru disfungsional
bagi kelompok yang lain. Merton menyatakan bahwa suatu struktur bisa
saja disfungsional bagi sistem secara keseluruhan, namun mungkin saja
Prenada Media Group
terus ada. Untuk mengetahui apakah fungsi positif lebih banyak dari-
pada disfungsi, atau sebaliknya Merton mengembangkan konsep “kese-
imbangan bersih”. Selanjutnya, untuk mengetahui keseimbangan dari
fungsi-fungsi positif dan yang disfungsional, menurut Merton harus ada
“level analisis fungsional”.
Merton mengkritik argumentasi aliran fungsional tentang persya-
ratan-persyaratan fungsional dari suatu sistem sosial. Dalam teori fung-
sional dinyatakan bahwa struktur sosial yang sudah mapan atau baku,
maka hal itu akan bertahan di masyarakat. Tetapi menurut Merton, ti-
dak ada struktur yang harus diasumsikan atas dasar apriori sebagai yang
sangat diperlukan (indispensable), karena struktur alterna tif (substitusi)
mungkin saja mampu mengisi suatu persyaratan tertentu de ngan sama
efektifnya. Artinya, suatu item yang fungsional dapat diganti oleh unsur
lain (functional alternatives), akan tetapi kebutuhan fungsional tersebut
masih terpenuhi.
Disfungsi yang terjadi dalam sistem, selain mengurangi kemampuan
sistem beradaptasi, juga mungkin saja akan melahirkan ketegangan ter-
buka dan kekacauan, sehingga untuk dampak kemudian perlu dikem-
bangkan struktur kompensatif untuk menetralisasi atau menghilangkan
konsekuensi dari disfungsi yang terjadi.
Dalam kenyataan, selain fungsi manifest (benar-benar dipenuhi ka-
rena dimaksudkan), perubahan sosial yang terjadi bukan tidak mungkin
menghasilkan hasil sampingan yang tidak dimaksudkan (unintended)
yang bersifat disfungsional. Inilah yang disebut Merton dengan di mensi
paradoks, yakni kontradiksi antara maksud individu dan konse kuensi
sosial objektif dari tindakannya. Merton menyatakan, bahwa: (1) kita
tidak mungkin mengharapkan terjadinya integrasi masyarakat yang
benar-benar tuntas; (2) kita harus mengakui baik disfungsi maupun
10

