Page 13 - index
P. 13

Bab 1




                                         Fungsionalisme

                        dan Neofungsionalisme:

                                              Asumsi Dasar,
        Prenada Media Group

                    Perkembangan, dan Kritik











            F     ungsionalisme struktural atau struktural fungsional adalah per-

                  spektif teoretis yang dominan dalam perkembangan sosiologi,
                  terutama antara pertengahan 1940-an hingga akhir 1960-an.
            Analisis dan logika fungsionalisme yang mengacu pada analisis biologi,
            pertama kali dikembangkan dalam ilmu sosial oleh Herbert Spencer di
            Inggris dan Émile Durkheim di Perancis. Selanjutnya, pandangan Durk-
            heim lebih lanjut dikembangkan oleh antropolog A.R. Radcliffe-Brown
            dan Bronislaw Malinowski di Inggris, dan oleh Talcott Parsons, Robert K.
            Merton, serta murid-murid mereka di Amerika Serikat.
                Sebagai suatu perspektif,  fungsionalisme mendominasi perkem-
            bangan ilmu sosial di Amerika sejak masa Perang Dunia II sampai perte-
            ngahan 1960-an,  tetapi setelah itu fungsionalisme mendapat banyak
            serangan yang menyebabkan perspektif ini kehilangan dominasinya
            (Lewis A.  Coser,  dalam Outhwaite [Ed.],  2008: 327).  Kendati ada ber-
            bagai upaya untuk mengembangkan kembali perspektif fungsionalisme
            melalui neofungsionalisme sebagaimana yang digagas oleh Jeffrey Alex-
            ander, Paul Colomy, dan Niklas Luhmann. Namun upaya ini tidak banyak
            membuahkan hasil.  Perspektif fungsionalisme dan neofungsionalisme
            berangsur menjadi makin kurang populer, karena munculnya perspek-
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18