Page 14 - index
P. 14

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            tif struktural konlik dan berbagai perspektif lain yang bergerak di level
            mikroskopik, seperti teori interaksionalisme simbolis, pilihan rasional,
            pertukaran sosial, dan juga pendekatan lain yang dinilai lebih humanis-
            tik, seperti fenomenologi.


            A.  AsumsI DAsAr
                Berbeda dengan perspektif struktural konlik yang melihat masyara-
        Prenada Media Group
            kat  senantiasa  berpotensi  konlik,  terpecah,  dan  selalu  berubah,  teori
            struktural fungsional umumnya melihat norma dan nilai yang dianut
            bersama sebagai hal yang fundamental bagi masyarakat,  memusatkan
            perhatian pada tatanan sosial yang didasarkan pada kesepakatan diam-
            diam, dan melihat perubahan sosial terjadi dalam bentuk yang lambat
            (gradual) dan teratur (Ritzer, 2012: 400).
                Secara garis besar,  dapat diringkaskan beberapa asumsi dasar dari
            perspektif struktural fungsional, antara lain (Poloma, 1984; Ritzer, 2012;
            Turner & Maryanski,  2010): (1) suatu institusi tidak akan ada kecuali
            diperlukan dan memiliki fungsi bagi masyarakat; (2) kemajuan sosial
            ter jadi sama halnya dengan yang terjadi pada organisme yang sifatnya
            evolusioner;  (3)  perubahan  mengambil  bentuk  diferensiasi  struktural,
            yakni pemecahan atau pemisahan dari satuan yang tadinya tidak terbagi
            ke dalam satuan-satuan baru yang memiliki fungsi lebih khusus; dan (4)
            setiap struktur sosial atau setidaknya yang diprioritaskan menyumbang-
            kan terhadap suatu integrasi dan adaptasi sistem yang berlaku.


            B.  AwAl mulA muNculNyA PersPeKtIF FuNgsIoNAlIsme
                Jika dicoba dilacak ke belakang, perspektif fungsionalisme sebetul-
            nya memiliki akar sejarah yang panjang, bahkan sejak Auguste Comte,
            seorang  ilsuf  dari  Perancis  mulai  memperkenalkan  sosiologi.  Kajian
            Comte tentang “hukum tiga tahap”  perkembangan masyarakat tidak
                      individu,        ber-
            orientasi pada masyarakat sebagai suatu keseluruhan.  Comte menya-
            takan bahwa masyarakat akan berkembang dalam tiga tahap, yaitu tahap
            teolo gis, metaisik, dan positif. Tahap positif yaitu tahap kematangan
            ilmu pengetahuan,  karena kemampuan manusia menjelaskan seluruh
            fenomena dalam terminologi beroperasinya hukum alam. Comte dalam


            2
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19