Page 103 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 103
BAB 5 SARANA TRANSPORTASI SELAMA MASA TANAM PAKSA
Kopi dari desa-desa di wilayah Keresidenan Banyumas bagian barat
dikumpulkan di tiga gudang, yang masing-masing terdapat di Madura
( Cilacap bagian barat laut), Majenang, dan Pegadingan. Gudang di Madura
membeli kopi dari desa-desa di kawasan Wanareja. Gudang Majenang
mengumpulkan kopi dari Cileumeuh, Karangsari dan Cigombong,
sedangkan desa-desa seperti Karangpucung, Tayem, Cinangsi, dan Cipari
menyetorkan kopinya ke gudang Pegadingan. Dari Gudang Majenang dan
Madura kopi diangkut ke gudang induk di Cilacap dengan menggunakan
perahu melalui sungai Citandui. Kopi-kopi yang dikumpulkan di gudang
Pegadingan dibawa ke pelabuhan Cilacap melalui Sungai Cikawung. 11
Dari gudang-gudang yang tersebar di seluruh kabupaten di
Keresidenan Banyumas sejak tahun 1833 (masa panen pertama sejak Sistem
Tanam Paksa) sampai tahun 1836, terkumpul kopi sejumlah 52.280,52 pikul
sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 10. Jumlah kopi yang terkumpul di masing-masing kabupaten (dalam
pikul)
Tahun
Kabupaten
1833 1834 1835 1836
Banyumas 141,33 701,48 584,14 1.318,89
Purbalingga 1.409,13 3.067,70 2.542,50 10.267,47
Purwokerto 1.063,74 3.470,05 1.200,14 6.359,20
Dayaluhur 26,15 232,96 405,22 1.353,95
Banjarnegara 2.035,17 5.596,27 2.217,23 8.197,90
Jumlah 4.755,42 13.068,46 6.949,23 27.507,41
Sumber: Statistiek der Residentie Banjoemas. Staat Litt. A.No. 9. Koffij Kultuur. 1838. Arsip Banyumas.20.16.
Dari tahun ke tahun, luas perkebunan terus bertambah dan hasil
panen juga melimpah. Perkembangan tersebut bisa dilihat pada tabel 7.
Namun, pertambahan luas perkebunan kopi belum diimbangi dengan
sarana transportasi yang memadai. Kondisi jalan yang ada di Banyumas
pada periode ini sebagian besar merupakan jalan setapak yang hanya
11 Kolonial Verslag 1885.
85

