Page 99 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 99
BAB 5 SARANA TRANSPORTASI SELAMA MASA TANAM PAKSA
terbentuknya jaringan atau rantai pengangkutan kopi. Dibandingkan
dengan rantai pengangkutan hasil kebun lainnya, rantai pengangkutan
kopi terbentuk paling jelas. Pertama, dari kebun kopi menuju gudang-
gudang pengumpulan. Kedua, dari gudang pengumpulan ke gudang
induk di Pelabuhan Cilacap dan ketiga, pengapalan ke Eropa. Tidak jarang
sebelum sampai ke gudang induk, kopi sudah dipindah-pindah dari
gudang pengumpulan satu ke gudang pengumpulan lainnya. Kondisi
tersebut disebabkan oleh jarak dari perkebunan ke pelabuhan yang terlalu
jauh.
Pada awal pelaksanaan tanam paksa, di Keresidenan Banyumas
didirikan 12 gudang kopi yang terdiri atas 2 buah gudang induk atau
gudang penampungan akhir yang terdapat di Pelabuhan Cilacap (Distrik
Jeruk Legi), sedangkan 10 lainnya merupakan gudang penampungan awal
yang tersebar di berbagai distrik di beberapa kabupaten. Pembagian gudang
untuk tiap wilayah adalah sebagaimana tercantum dalam tabel 9.
Tabel 9. Pembagian gudang kopi di Keresidenan Banyumas tahun 1838
Distrik Alamat Jumlah Gudang
Kabupaten
Gudang Gudang Induk Gudang Penampungan Awal
Banyumas Banyumas – 1
Purbalingga Purbalingga – 1
Purwokerto Purwokerto – 1
Ajibarang – 1
Jambu – 1
Dayaluhur Madura – 1
Majenang – 1
Pegadingan – 1
Jeruk Legi 2 -
Banjarnegara Banjarnegara – 1
Karangkobar – 1
Sumber: Statistiek der Residentie Banjoemas. Litt. No. 9.
81

