Page 101 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 101
BAB 5 SARANA TRANSPORTASI SELAMA MASA TANAM PAKSA
Dayaluhur memiliki lima gudang kopi yang masing-masing berada
di Madura, Majenang, Pegadingan, serta dua buah gudang di Pelabuhan
Cilacap yang merupakan gudang induk tempat menampung kopi sebelum
dibawa ke Eropa. Pada waktu itu Cilacap masih merupakan bagian dari
Kabupaten Dayaluhur.
Selain mendirikan gudang-gudang kopi, pemerintah juga mendirikan
gudang indigo di Purbalingga dan di Purwokerto. Gudang indigo di
6
Purwokerto terletak di Desa Cikidang, Distrik Ajibarang. Dengan melihat
letak gudang-gudang tersebut serta dengan melihat jaringan jalan yang
tersedia, maka dapat diketahui aliran pengumpulan kopi dari kebun
sampai ke pelabuhan.
Kopi dari wilayah Kabupaten Banjarnegara bagian utara dikumpulkan
di gudang pengumpulan yang terletak di Karangkobar. Kopi tersebut
berasal dari kebun-kebun di Kalibening, Wanayasa, Pejawaran, Pagentan,
dan dari desa-desa di Batur serta desa-desa di sekitar Karangkobar. Petani
dari desa-desa di Kalibening harus berjalan sejauh 13 pal untuk sampai
ke gudang kopi di Karangkobar. Padahal, mereka harus memikul kopi
dengan bobot tidak kurang dari 40 kg dengan kondisi jalan yang harus
dilalui adalah jalan setapak yang melewati hutan-hutan. Petani kopi dari
Pagentan jauh lebih susah karena harus memikul kopi ke gudang di
Karangkobar melalui jalan yang terus menanjak. Jalan yang harus mereka
lewati jika musim hujan merupakan jalan yang licin karena di banyak titik
keluar mata air.
Kopi yang terkumpul di gudang Karangkobar tidak langsung dibawa
ke gudang di Cilacap, tetapi dibawa dulu ke gudang penampungan di
Banjarnegara. Cara pengangkutannya pun dengan dipikul karena jalan
antara Karangkobar sampai Banjarnegara hanya bisa dilalui dengan jalan
kaki. Tidak jarang para petani yang mendapat giliran untuk memikul
kopi ke Banjarnegara harus menghabiskan waktu sehari penuh. Lamanya
waktu perjalanan tersebut karena kondisi jalan yang sangat jelek, naik-
turun, licin, dan harus melewati hutan yang berbukit-bukit. Jarak Antara
Karangkobar ke Banjarnegara sekitar 16 pal. 7
6 Verslag van opname van de westelijke landen Banjoemas 1838. Arsip Banyumas.
7 Administratief verslag derResidentie Banjoemas 1834. Arsip Banyumas 40.
83

