Page 102 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 102

ARKEOLOGI TRANSPORTASI
              Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas 1830–1940an



                   Gudang di  Banjarnegara selain mendapat kiriman kopi dari
               Karangkobar juga membeli kopi dari desa-desa sekitar, seperti  Wora-Wiri,
                Tunggoro,  Sigaluh, serta desa-desa di sebelah barat  Banjarnegara, seperti
                Mantrianom,  Wanadadi, dan Punggelan. Kopi yang sudah terkumpul
              kemudian diangkut ke  Banyumas melalui jalan darat dengan menggunakan
              gerobak yang ditarik oleh sapi atau kerbau. Cara mengangkut lainnya
              adalah menggunakan tenaga kuda dengan cara menaruh dua keranjang
              di punggungnya. 8
                   Kopi yang sudah terkumpul di gudang yang ada di Kota  Banyumas
              kemudian diangkut dengan sampan melalui  Sungai Serayu dan Terusan
                  Kali Yasa menuju ke gudang induk di Pelabuhan  Cilacap. Walaupun
              gudang di  Banjarnegara terletak di tepi sungai Serayu, tetapi untuk
              membawa kopi ke  Cilacap tidak langsung diangkut lewat sungai ini
              karena kondisi  Sungai Serayu di kawasan  Banjarnegara masih berbatu-
              batu dan alirannya berkelok-kelok. Kondisi seperti itu cukup sulit untuk
              dilewati perahu dan membahayakan. Jarak yang harus ditempuh untuk
              sampai ke  Banyumas adalah 32 pal. 9
                   Penduduk  Bobotsari,  Kertanegara,   Karangmoncol,  Bantarbarang, serta
              penduduk desa-desa di sekitar  Purbalingga mengumpulkan hasil panen
              kopi mereka ke gudang pengumpulan di kota  Purbalingga. Kopi-kopi
              tersebut diangkut ke gudang yang terletak dekat  Sungai Klawing dengan
              cara dipikul. Dari gudang tersebut kopi diangkut ke  Cilacap dengan
              menggunakan perahu melalui  Sungai Klawing yang alirannya kemudian
              menyatu dengan  Sungai Serayu. Dengan mengikuti aliran  Sungai Serayu
              serta lewat Terusan   Kali Yasa, kopi dari Kabupaten  Purbalingga sampai
              di gudang induk di  Cilacap. Jarak yang ditempuh perahu-perahu dari
                Purbalingga ke  Cilacap kurang lebih 14 pal. 10






                 8  M.H. Hallewijn, Overzigtd der land beschrijving van Banjoemas in het algemeen, 1831. Arsip
              Banyumas 10.5.
                 9  Algemeen verslag der Residentie Banjoemas, 1832. Arsip Banyumas 066. Keterangan mengani
              ukuran, 1 pal = 1.507 meter
                 10  Algemeen Verslag der Residentie Banjoemas 1845. Arsip Banyumas 075.


              84
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107