Page 276 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 276

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            dalam membangun kepercayaan konsumen dibandingkan dengan
            pengembangan usaha dengan gaya konvensional (Grewal, Lindsey-
            Mullikin & Munger, 2003; Reichheld & Schefter, 2000; Bhattacherjee,
            2002). Kepercayaan merupakan elemen yang penting dan krusial
            dalam menjalankan bisnis perdagangan digital (McKnight & Chervany,
            2001). Pasalnya, transaksi dengan media internet tidak selalu dapat
            didesain dengan tatap muka (intangible). Hal ini menyebabkan calon
            pembeli tidak memiliki kesempatan untuk melakukan verifi kasi
            mengenai kualitas barang yang akan dibeli sehingga keputusan
            untuk membeli dan keputusan untuk melakukan pembelian berulang
            ( repeated buying) didasarkan pada tingkat kepercayaan terhadap
              vendor usaha tersebut.
                 Tidak heran apabila membangun kepercayaan pada perdagangan
            elektronik dianggap sebagai hal yang tidak mudah. Konsumen pada
            transaksi bisnis perdagangan elektronik rentan untuk merasa tidak
            aman karena risiko penipuan yang besar (Nemati & Van Dyke, 2009).
            Pada tahun 2013, AC Nielsen melakukan survei bahwa salah satu
            halangan terbesar (34.6%) pengguna tidak bersedia melakukan
            transaksi melalui elektronik adalah karena  kecemasan terhadap
            adanya penipuan. Menurut survei tersebut, enam dari sepuluh orang
            yang diwawancara tidak bersedia untuk memberikan data  identitas
            diri secara lengkap karena takut terjadi penyalahgunaan. Indonesia
            merupakan negara yang masyarakatnya dikenal paling sulit untuk
            percaya dan terlibat dalam pembayaran melalui jalur elektronik.
            Menurut Singapore Post e-Commerce (2014), mayoritas masyarakat
            Indonesia hanya menggunakan internet untuk melakukan eksplorasi
            mengenai produk yang akan mereka beli sebelum benar-benar datang
            langsung dan membelinya di toko. Maka, salah satu tantangan untuk
            menumbuhkan kepercayaan konsumen adalah sejauhmana  vendor
            dapat memastikan bahwa dirinya dapat dipercaya ( trustworthy).
                 Pada beberapa kasus,  vendor atau perusahaan memang berupaya
            untuk menunjukkan intensi menjalin komitmen hubungan jangka
            panjang dengan konsumen melalui berbagai iklan dan bentuk media
            persuasi lainnya. Namun Chadwick (2001) menemukan kecenderungan
            konsumen untuk lebih melihat interaksi kedua belah pihak dalam
            kacamata transaksi ekonomi. Implikasinya, konsumen dapat dengan
            mudah berpindah kepada  vendor lain jika ia tidak merasa bahwa



          244
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281