Page 273 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 273

Kepercayaan Konsumen terhadap Pusat Perbelanjaan Digital di Indonesia


                     3000
                            Keterangan:
                     2500
                            Satuan dalam juta dolar
                     2000

                     1500
                     1000
                      500

                        0
                              2011       2012       2013       2014       2015



                     Gambar 1. Grafi k nilai pasar perdagangan digital (e-Commerce)
                             di Indonesia 2011-2015 (Redwing Asia, 2014).

                  Singapore Post e-Commerce (2014) mencatat, jumlah pengguna
             internet aktif yang terlibat dalam  transaksi perdagangan elektronik
             pada tahun 2013 mencapai angka 4.6 juta pengguna, dan diramalkan
             akan terus meningkat hingga mencapai angka 8.7 juta pada tahun
             2016. Media yang digunakan dalam untuk melakukan transaksi
             belanja elektronik adalah forum-forum daring (26.6%) dan  media
             sosial (26.4%). Data tersebut mengisyaratkan meningkatnya jumlah
             kalangan kelas menengah di Indonesia. Pertumbuhan pengguna
             internet dan jumlah kalangan yang terlibat dalam perdagangan
             elektronik menggambarkan pertumbuhan daya beli dan keterbukaan
             masyarakat terhadap kemajuan teknologi.
                  Berdasarkan data di atas, dapat terlihat jelas bahwa perilaku
             belanja berbasis elektronik (e-shopping) merupakan isu global yang
             layak mendapatkan perhatian. Moriyasu (2014) menulis bahwa
             di China, 70% responden penelitian mengaku bahwa mereka telah
             melakukan setidaknya satu kali transaksi jual-beli dalam tiga bulan
             terakhir. Dalam periode yang sama di Amerika Serikat, angka ini
             mencapai 22%. Di Indonesia, pengguna internet terbanyak setelah
             golongan eksekutif (63.4%) adalah golongan wirausahawan (21.5%)
             (Herawan, 2012). Hal ini menunjukkan bahwa arah bisnis mulai
             bergeser dari pengembangan bisnis baru dengan cara konvensional,
             menjadi pengembangan bisnis baru dengan cara digital. Dengan nilai
             pasar yang semakin tinggi setiap tahun, ditunjang dengan jumlah



                                                                                      241
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278