Page 281 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 281

Kepercayaan Konsumen terhadap Pusat Perbelanjaan Digital di Indonesia

                  Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa sangat
             penting bagi seorang konsumen maupun pelaku perdagangan
             elektronik untuk memastikan bahwa elemen bisnisnya, baik situs,
             pelayanan, maupun kualitas barang dan jasa yang ditawarkan
             dapat dipercaya. Beberapa peneliti menangkap fenomena ini dengan
             meneliti upaya-upaya pelaku bisnis perdagangan elektronik dalam
             membangun dan meningkatkan kepercayaan konsumennya. Chen
             dan Dillon (2003) mengusulkan tiga hal yang harus dipenuhi oleh
             pelaku perdagangan elektronik untuk dapat meraih kepercayaan
             konsumen. Pertama adalah kemampuan  vendor dalam memenuhi
             apa yang dipromosikan kepada konsumen. Kedua adalah konsistensi,
             reliabilitas dan kejujuran dari  vendor dalam melayani konsumen.
             Ketiga adalah intensi dari  vendor untuk mengedepankan kepentingan
             konsumen di atas kepentingan diri.
                  Zhang, Ghorbani dan Cohen (2007) menggunakan model
             keper cayaan berbasis familiaritas untuk membentuk kepercayaan
             konsumen dan meningkatkan penjualan. Dengan mengedepankan
             familiaritas, maka konsumen diasumsikan mengenal kualitas barang
             atau jasa dari sebuah perdagangan elektronik. Mengingat familiaritas
             sangat penting, maka secara simultan metode promosi juga menjadi
             elemen penting untuk membentuk kepercayaan konsumen. Vendor
             hendaknya memperhatikan sejauhmana perusahaannya telah
             berupaya untuk menciptakan familiaritas itu kepada publik.
             Sebaliknya, konsumen juga mulai dapat mengidentifi kasi, perusahaan
             mana yang telah secara konsisten dan dedikatif dalam berupaya
             menciptakan familiaritas dari vendornya. Mayoritas  vendor mulai
             menggunakan sistem testimonial yang kerapkali dijadikan patokan
             bagi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah
             produk. Suh (2013) bahkan menemukan bahwa promosi dari mulut
             ke mulut ( word of mouth) merupakan salah satu variabel moderator
             dalam meningkatkan kesan positif terhadap situs tertentu sehingga
             dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Dalam konteks
             perdagangan elektronik, mempromosikan sebuah situs dari mulut ke
             mulut merupakan salah satu strategi yang efektif dalam membentuk
             kesan positif sebuah situs web.
                  Azam, Qiang, Abbas, dan Abdullah (2012) menyatakan bahwa
             kepercayaan digital juga dipengaruhi oleh  identitas sosial. Dalam



                                                                                      249
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286