Page 221 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 221

Fenomena Kekinian dan Potensi Masalah Kejiwaan

             pengaruh teknologi khususnya internet terhadap perilaku serta
             kerugian maupun keuntungan dari perkembangan teknologi yang
             menihilkan jarak waktu dan tempat ini. Berikut ini adalah ringkasan
             hasil beberapa penelitian terkait pengaruh internet terhadap perilaku
             yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir.
                  Pertama,    dalam     membahas       kecanduan       internet,   lebih
             penting memfokuskan pada aktivitas tertentu yang menimbulkan
             ketergantungan dan bukan pada media internetnya. Artinya,
             jangan menyalahkan medianya tetapi memperhatikan secara lebih
             spesifi k kegiatan yang dilakukan saat  online (Widyanto & Griffi ths,
             2006). Jenis kegiatan selama  online menjadi lebih penting dalam
             menimbulkan  kecanduan dan dampak tertentu. Mereka yang online
             dalam jangka waktu lama namun tidak terokupasi dan terobsesi pada
             kegiatan tertentu belum tentu termasuk dalam kategori  kecanduan.
             Sebaliknya, mengecek kekinian secara terus-menerus, terobsesi dan
             penuh dorongan untuk memberi respon segera, serta mengalami
               kecemasan yang berlebihan dan depresi bila tidak terpuaskan, bisa
             termasuk pada kelompok yang sangat rentan  kecanduan internet,
             yang oleh Vorderer, Kromer dan Schneider (2016) disebut PC/PO atau
             Permanently Connected/Permanently Online.
                  Kedua,  survei yang dilakukan oleh Markplus Insight (2012)
             menunjukkan bahwa terdapat 61 juta pengguna internet di Indonesia
             yang didominasi oleh kelompok usia 15-22 tahun (berkisar 42,4%).
             Sebagian besar dari mereka (84,7%) menggunakan  smartphone untuk
             menjelajah dunia maya. Hampir 70% pengguna internet remaja itu
             menghabiskan waktu lebih dari 3 jam sehari untuk internetan. Tiga
             aktivitas utama yang mereka lakukan adalah mengakses  media sosial
             (94%), mencari info tentang suatu hal (64%), dan membuka-menjawab
             e-mail (60,2%).  Dalam setahun jumlah pengguna internet naik 22%
             menjadi 74,57 juta (Markplus Insight, 2013).  Selain peningkatan
             jumlah pengguna, terkait penggunaan internetnya sendiri hasil
             yang sama seperti pada survei tahun 2012 masih ditemukan pada
             survei tahun 2013. Hasil kedua survei ini menunjukkan resiko yang
             cukup besar bagi terjadinya FoMO, MoMO, FoMoMO, FoJI, SLOMO
             dan BROMO. Dibutuhkan investigasi lebih jauh untuk menemukan
             prevalensinya secara lebih tepat.





                                                                                      189
   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226