Page 218 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 218

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            situasi baru. Kemampuan beradaptasi dan bersikap positif terhadap
            suatu perubahan sesungguhnya adalah faktor yang sangat penting
            bagi seorang klien untuk mengatasi permasalahannya. Ployhart,
            Bliese, Burke, Pierce, & Salas (2006) menekankan pentingnya faktor
            adaptabilitas sebagai prasyarat untuk bisa sukses berprestasi di
            lingkungan yang kompleks. Dengan kata lain, mereka yang mampu
            beradaptasi dengan kekinian sesungguhnya punya kelebihan dalam
            hal kemampuan beradaptasi dan bersikap  fl eksibel dalam situasi
            baru. Pesan singkat yang berbunyi “2 DTRT rasanya lebih baik kita
            siap untuk SFTB coz IRL ngga mungkinlah kita bisa sukses instan.
            IMHO IHTH” dan yang berarti “To do the right thing, rasanya lebih
            baik kita siap untuk start from the beginning coz in real life ngga
            mungkinlah kita bisa sukses instan. In my humble opinion I hope
            this helps”, sesungguhnya mengungkapkan pernyataan kesiapan
            berjuang untuk meraih sukses.


            FoMO, MoMO, FoMoMO, FoJI, BROMO, SLOMO,
            JoMO

                 Belum lepas dari kejutan istilah kekinian dan  latah kekinian
            serta berbagai singkatan dalam pesan singkat, kita pun sudah
            dihadapkan pada sederetan kata yang mungkin masih asing bagi kita
            seperti terpampang pada subjudul bagian ini. Semua kata tersebut
            pada dasarnya mencerminkan munculnya  kecemasan pada individu
            berkenaan dengan penggunaan internet dan khususnya  media sosial.
            Munculnya  kecemasan ini merupakan respon terhadap gaya hidup
            kekinian dan dampak teknologi yang ada (Blott, 2016). Mari kita
            kenali satu persatu gangguan penggunaan internet khususnya  media
            sosial ( jejaring sosial), sekaligus melakukan asesmen-diri apakah kita
            sendiri juga sudah terperangkap oleh gangguan-gangguan ini.
                 FoMO:  Fear of Missing Out. Istilah ini mulai dikenal lima tahun
            yang lalu dan pada tahun 2013 mulai tercantum di Kamus Bahasa
            Inggris Oxford. Fenomena FoMO merujuk pada keadaan dimana
            seseorang merasa cemas dan takut ketinggalan berita atau  update
            terkini serta meyakini bahwa orang lain lebih berbahagia/beruntung
            dibandingkan dirinya. Pada mulanya FoMO lebih didorong oleh rasa
            ingin tahu yang besar atas keadaan teman di  media sosial. Dorongan




          186
   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223