Page 217 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 217

Fenomena Kekinian dan Potensi Masalah Kejiwaan

                   and depressed, too. You need to GAL and surrounded by good
                   people because GMTA”.



                   (Correct Me If I am Wrong, at the moment you are Doing
                   Business As Human Resource consultant and feel Fear,
                   Uncertainty and Doubt about your career options. You are
                   actually First In Still Here and seems not going anywhere.
                   On The Other Hand, you don’t feel the need to leave your
                   comfort zone. You hardly have a friend and Sorry To Say
                   you are lonely and depressed, too. You need to Get A Life
                   and surrounded by good people because Great Mind Think
                   Alike).

                  Contoh di atas adalah bentuk percakapan di kalangan mereka
             yang terbiasa berkomunikasi dengan menggunakan istilah kekinian.
             Pada awalnya singkatan-singkatan yang berbasis bahasa Inggris
             ini digunakan untuk menyiasati keterbatasan jumlah huruf saat
             mengirimkan pesan singkat. Beberapa istilah yang sudah biasa
             dipakai seperti BTW (By The Way) atau OMG (Oh My God) sudah
             banyak diketahui, tetapi dengan berjalannya waktu dan cepatnya
             perkembangan teknologi, semakin banyak istilah yang digunakan
             oleh kelompok yang selalu terhubung. Bagi kelompok lain yang
             awam, membaca pesan komunikasi di atas serasa membaca sandi
             rahasia. Dalam perkembangannya, komunikasi melalui bentuk pesan
             singkat yang menggunakan istilah-istilah kekinian seperti di atas
             tidak lagi digunakan secara kaku harus dalam bahasa Inggris. Kaum
             muda dan kaum pengikut tren kekinian dengan santai mencampur
             adukkan istilah-istilah tersebut dengan bahasa lokal. Bagi mereka,
             yang utama adalah bahwa pesan tersampaikan dengan lebih santai
             dan tidak disalahartikan.
                  Menghadapi hal ini, dalam menjalankan profesinya seorang
             Psikolog yang terlibat langsung dengan komunitas yang sangat
             kental kebutuhan kekiniannya itu sebaiknya paham dan bisa
             menyesuaikan diri agar lebih dapat diterima. Pengalaman pribadi
             dalam berkomunikasi dengan individu/klien yang sangat mengikuti
             tren menulis seperti ini memberikan keasyikan tersendiri karena
             keterbukaan dan cara berpikir unik klien dalam menerima
             perubahan dan menerapkannya dalam kehidupan pribadinya itu
             sesungguhnya mencerminkan potensinya untuk beradaptasi dalam



                                                                                      185
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222