Page 225 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 225

Fenomena Kekinian dan Potensi Masalah Kejiwaan


























                                Gaambar 1. Grafi k coretan Hagy (2013).

                  Namun, kemampuan seseorang untuk menimbang dan mengambil
             keputusan tetap merupakan ketrampilan tersendiri yang tidak dapat
             serta merta tergantikan oleh teknologi. Respon  fi siologis  seperti
             lapar, haus, kebutuhan istirahat dan tidur tetap perlu diperhatikan
             di saat tuntutan melek teknologi dan kekinian menyita perhatian
             dan pekerjaan kita. Kemampuan untuk menentukan prioritas dan
             mempunyai kontrol atas apa yang perlu dan penting dikerjakan pada
             waktu tertentu merupakan kunci agar kita tidak menjadi cemas atau
             takut bila dianggap ‘tidak tahu’.
                  Kehadiran teknologi  media sosial yang makin memudahkan kita
             memenuhi kebutuhan untuk bersosialisasi hendaknya dimanfaatkan
             secara bijak dan bukan dibiarkan mengambil alih penggunaan waktu
             yang sebenarnya kita perlukan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
             Berteman memang penting. Sebaiknya, berteman disertai dorongan
             berlebihan untuk mengetahui detil situasi begitu banyak teman yang
             ada di  media sosial akan menciptakan masalah kejiwaan yang serius,
             bahkan bisa berujung pada kematian tragis bila dibiarkan tidak
             terkendali. Masalah kejiwaan yang banyak dikeluhkan meliputi rasa
             cemas yang berlebihan sampai panik, depresi, serta berbagai tipe
             keadaan cemas lain seperti  ringxiety, yaitu rasa cemas karena seolah-
             olah mendengar bunyi telepon padahal sesungguhnya tidak ada.
                  Sebagaimana kita belajar dengan mengamati bagaimana orang
             di sekitar kita melakukan sesuatu, maka hendaklah kita ingat



                                                                                      193
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230