Page 219 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 219
Fenomena Kekinian dan Potensi Masalah Kejiwaan
ingin tahu diikuti rasa penasaran yang tinggi ini membuat individu
terus cemas sehingga ‘harus’ memantau pemberitahuan/notifi kasi,
kronologi di timeline, posting status, foto atau apa saja di akun media
sosialnya. Perilaku memantau dan rasa penasaran yang perlu dipenuhi
terus-menerus inilah yang akhirnya menimbulkan kecemasan dan
rasa takut ketinggalan berita, bahkan muncul rasa bersalah kalau
tidak sempat membuka media sosial. Remaja punya kecenderungan
yang besar menjadi sangat cemas bila ia merasa ‘ketinggalan berita’
(Sapadin, 2015). Individu seperti ini akan merasa terhimpit oleh
kecemasan dan ketakutan jika teknologi (baca smartphone) tidak
berada dalam genggaman.
MoMO: Mystery of Missing Out. Jenis kecemasan ini terstimulasi
saat teman di media sosial justru tidak memposting apapun. Akibatnya,
individu bertanya-tanya dan merasa hal ini tidak seharusnya
terjadi, dan muncullah MoMO. Dengan rasa penasaran yang sangat
(baca, obsesif) individu yang mengalami MoMO ini akan mencari
jawaban dengan membuka segala media sosial yang dimiliki teman
tersebut. Berbagai kemungkinan berkecamuk dalam pikirannya
antara lain memperkirakan bahwa teman itu sedang tenggelam
dalam kegembiraan sehingga tidak sempat mengupdate status. Rasa
penasaran ini membuat individu korban MoMO berulang-ulang
membuka timeline teman dan berharap ada berita terbaru tentang
apa yang sedang dilakukan oleh teman itu.
FoMoMO: Fear of the Mystery of Missing Out. Situasi ini lebih
parah karena kecemasan muncul bukan karena individu membaca
dan mengetahui apa yang sedang terjadi pada teman melainkan
karena pikiran sendiri yang menyimpulkan bahwa teman itu sedang
bergembira tanpa mengikutsertakan dirinya. Muncul rasa panik dan
curiga saat melihat posting teman sedang berada dimana, bersama
siapa, dan sedang melakukan apa, tanpa melibatkan dirinya.
FoJI: Fear of Joining In. Jenis kecemasan ini merupakan lawan
dari MoMO. Individu yang mengalami FoJI merasa tidak yakin
terhadap dirinya sendiri. Ketakutan dan kecemasan muncul justru
ketika kuatir bila ia ikut terlibat dan memposting tentang dirinya
tetapi kemudian tidak ada teman yang memberikan komentar atau
tanggapan. Karena tidak menerima tanggapan, individu merasa
187

