Page 38 - index
P. 38
SOSIOLOGI: TEKS PENGANTAR DAN TERAPAN
secara efisien melalui dukungan teknologi informasi yang ada.
Ekonomi informasional ini bersifat mengglobal, dan melintasi batas-
batas negara, karena mempunyai kapasitas untuk bekerja sebagai unit
secara real time pada skala dunia (planetary). Dan semua ini bisa terjadi
karena adanya dukungan teknologi komunikasi dan informasi yang me-
mang memungkinkan siapa pun penggunanya untuk menyiasati ruang
dan waktu. Seorang pengusaha di sebuah negara tertentu, di era ekonomi
informasional, dalam hitungan detik yang sama ia akan bisa membuat
transaksi bisnis dengan rekan usahanya yang ada di belahan dunia lain
hanya dengan dukungan telepon atau internet. Di era perekonomian
yang makin mengglobal, sulit dibayangkan aktivitas perekonomian bisa
berjalan tanpa didukung teknologi informasi dan berbasis pada informasi.
Di era masyarakat informasi, satu hal yang penting ialah apa yang
PRENADAMEDIA GROUP
disebut Castells sebagai “jaringan”. Fungsi-fungsi dan proses dominan
pada zaman informasi semakin terorganisasi dalam “jaringan” yang
didefinisikan sebagai serangkaian “simpul yang terkait satu sama lain”.
Jaringan ini bersifat terbuka, mampu melakukan ekspansi tanpa batas,
dinamis, dan mampu berinovasi tanpa merusak sistem. Dengan adanya
“jaringan” ini, telah memungkinkan kapitalisme dapat mengglobal dan
terorganisasi berdasarkan aliran keuangan global. Perkembangan per-
usahaan transnasional yang menggurita di berbagai negara, tidak akan
pernah bisa terjadi jika tidak didukung teknologi informasi yang mampu
memadukan jaringan kerja dan komunikasi secara terintegrasi.
Dalam kajian yang dilakukan, Castells melihat bahwa mengiringi
bangkitnya ekonomi informasional global ini, konsekuensi yang tidak
terhindarkan ialah muncullah bentuk organisasional baru yang disebut
perusahaan jaringan (network enterprise). Yang dimaksud perusahaan
jaringan yaitu bentuk spesifik perusahaan yang sistem sarananya diba-
ngun dari titik temu sejumlah segmen sistem tujuan otonom. Perusahaan
jaringan ini merupakan perwujudan dari kultur ekonomi informasional
global yang memungkinkan transformasi tanda-tanda ke komoditas.
Selain perusahaan jaringan, seiring dengan tumbuhnya masyarakat
informasional, muncul pula perkembangan kebudayaan virtual riil,
yakni satu sistem di mana realitas itu sendiri sepenuhnya tercakup dan
sepenuhnya masuk ke dalam setting citra maya, di dunia fantasi, yang
di dalamnya tampilan tidak hanya ada di tempat dikomunikasikannya
pengalaman, tetapi juga ada dalam dunia maya. Ketika teknologi informasi
makin berkembang dan lahir masyarakat informasional, maka dunia boleh
dikatakan telah memasuki era masa tanpa waktu, di mana masyarakat
menjadi didominasi oleh proses daripada lokasi fisik. Dalam kaitan ini,
kita memasuki era “masa tanpa waktu”. Di belahan dunia mana pun ma-
352

