Page 26 - index
P. 26
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
sar, kritik yang dilontarkan berbagai ahli kepada perspektif struktural
fung sional antara lain:
Pertama, struktural fungsional cenderung melakukan reiikasi ma-
syarakat, memperlakukan masyarakat seperti benda dan menaikan
kemampuan manusia untuk berpikir dan bertindak. Padahal, manusia
bu kan sekadar makhluk kebudayaan yang senantiasa patuh pada resep
kebudayaan untuk bertindak agar sistem sosialnya dapat terpelihara,
Prenada Media Group
melainkan manusia sesungguhnya memiliki kemampuan interpretatif
yang berbeda.
Kedua, struktural fungsional dinilai kurang mampu menjelaskan
per ubahan sosial secara tepat, dan cenderung menganggap masyaraka t
statis dan konservatif, serta cenderung mendukung status quo. Perry Co-
hen (1968), misalnya mengkritik bahwa teori fungsionalisme struktur al
merupakan biang masalah dan titik lemah dari teori ini, karena seluruh
elemen masyarakat dipandang memengaruhi satu sama lain sekali gus
memengaruhi sistem secara keseluruhan, sehingga menyebabkan men-
jadi sulit untuk mengetahui bagaimana elemen-elemen itu dapat mem-
berikan kontribusi pada perubahan.
Ketiga, perspektif struktural fungsional cenderung didasarkan pada
pandangan yang melebih-lebihkan aspek sosial dari manusia, karena
cenderung menilai manusia sebagai makhluk yang senantiasa patuh ke-
pada resep kebudayaan, yang dikembangkan melalui sosialisasi.
Keempat, struktural fungsional dinilai kurang memerhatikan soal
k k masyarakat.
instrumen keteraturan sosial dan kohesi, tetapi sosialisasi yaitu me-
kanisme kekuasaan dan pengendalian. Analisis fungsionalisme dinilai
cenderung terlalu mengasumsikan bahwa masyarakat itu harmonis, dan
konlik dipandang merusak dan terjadi di luar kerangka kerja masyara-
kat (Ritzer & Goodman, 2008: 275). Dengan kata lain, pendekatan fung-
sional dinilai cenderung bersifat bias konservatif, lebih terpusat pada
struktur sosial yang ada daripada perubahan sosial. Analisis fungsional
dinilai cenderung memberikan aroma konservatif, yakni bergerak di atas
du-kungan status quo dan elite-elite dominan.
Kelima, struktural fungsional dari segi metodologis dinilai kabur, ti-
dak jelas dan ambigu. Bagian dari ambigius dapat ditelusuri hingga fakta
14

