Page 25 - index
P. 25

BaB 1  |  Fungsionalisme dan Neofungsionalisme: Asumsi Dasar, Perkembangan & Kritik

            dan pengendalian. Kelima, neofungsionalisme berfokus pada perubahan
            sosial di dalam proses diferensiasi di dalam sistem sosial, budaya, dan
            kepribadian. Perubahan diakui merupakan ketegangan antara individu-
            asi dan kelembagaan (Ritzer, 2012: 443-445).
                Sementara itu, Niklas Luhmann menyatakan bahwa penyebab meng-
            apa fungsionalisme mengalami krisis yaitu karena berakar dari ku rang
            radikalnya analisis yang dilakukan ahli-ahli sebelumnya.  Luhmann
        Prenada Media Group
            mengkritik kalangan fungsionalis sebelumnya dengan menyebutnya di-
            takdirkan untuk mati karena penerimaan implisitnya terhadap analisis
            kausal sebagai satu model normatif. Sebaliknya, Luhmann berpendapat
            bahwa manfaat riil dari analisis fungsional yaitu untuk memberikan
            acuan konseptual yang menentukan rangkaian komparatif untuk bera-
            gam bentuk alternatif.

                Produk utama dari analisis fungsional, menurut Luhmann, bukanlah
            kapasitas untuk menentukan arah suatu tindakan atau proses tertentu
            sudah benar-benar menyediakan satu kondisi untuk bertahan hidup bagi
            struktur sosial yang bersangkutan,  melainkan kemampuan untuk me-
            nyediakan suatu skema regulatif melalui mana beragam tindakan dan

                      pengamatnya.    Luh-
                      k
            dari analisis kausal (Turner, 2012: 180).
                Luhmann berpendapat bahwa hubungan antara sistem dan ling-
            kungannya lebih kompleks daripada yang tersirat dalam deskripsi Par-
            sons, dan ia memahami subsistem-subsistem lebih sebagai unit pemecah
            masalah yang berbeda (Ritzer & Smart, 2011: 287).


            F.  KrItIK uNtuK struKturAl FuNgsIoNAl

                Perspektif struktural fungsional untuk saat ini harus diakui telah
            kehilangan pesonanya.  Meskipun ada upaya untuk membangkitkan
            kembali fungsionalisme dalam bentuk neofungsionalisme,  tetapi per-
            kembangan ilmu dan teori ilmu sosial yang makin beragam menye bab-
            kan perspektif ini pada akhirnya kehilangan pengikutnya. Analisis fung-
            sionalisme,  dalam banyak hal dinilai kurang menaruh perhatian pada
            hubungan dominasi dan subordinasi (Jones, 2009: 69). Secara garis be-


                                                                        13
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30