Page 44 - index
P. 44

Metode Penelitian Sosial


                           diteliti, ekspresi-ekspresi budaya yang ditampilkan, data lisan, dan lain
                           sebagainya yang biasanya dengan mendalam dapat digali oleh peneliti
                           etnografi, ketika dikembangkan dalam penelitian terhadap komunitas di
                           dunia maya, bukan tidak mungkin akan mengalami hambatan yang besar.
                               Kedua, proses mendapatkan akses untuk pengaturan dan subjek riset
                           berbeda dalam etnografi online, karena kurangnya kehadiran fisik dan
                           hasil anonim yang diberikan oleh media, maka para ahli etnografi harus
                           belajar bagaimana mengelola identitas mereka dan memaparkan diri secara
                           visual dan media tekstual serta melakukan manajemen yang mengesankan
                           melalui potensi yang dimiliki Computer-Mediated-Comunication (CMC).
                           Memilah data di dunia maya, entah itu yang ada di blog, e-mail, dan lain
                                    PRENADAMEDIA GROUP
                           sebagainya, bagaimanapun adalah hal yang baru bagi peneliti etnografi
                           di era masyarakat yang mengalami revolusi informasi.

                               Ketiga, kurang terangnya publik dan pribadi dalam dunia online
                           membangkitkan persoalan etika peneliti di sekitar akses ke data dan teknik
                           untuk melindungi privasi dan kerahasiaan. Para ahli etnografi harus belajar
                           bagaimana menerapkan prinsip-prinsip standar perlindungan subjek
                           manusia pada lingkungan riset yang berbeda dalam cara-cara dasarnya
                           dari konteks riset tatap muka di mana mereka merasakan dan rancang.
                           Bagi para peneliti etnografi virtual, apakah mereka harus memperkenalkan
                           diri sebagai peneliti ataukah langsung terlibat dan berpartipasi aktif
                           sebagai salah satu bagian dari komunitas cyberspace sembari melakukan
                           penelitian sering kali merupakan dilema dan persoalan tersendiri.


                           DARI ETNOGRAFI KE NETNOGRAFI

                               Dalam artikelnya, Garcia et al. (2009) menyatakan bahwa dunia virtual
                           adalah ruang sosial yang berbeda dengan dunia nyata. Observasi dalam
                           studi etnografi virtual harus disesuaikan dengan kondisi komunitas yang
                           terlibat kontak-kontak online. Menurut Garcia et al. (2000), dalam hal ini
                           ada beberapa faktor yang melatarbelakangi mengapa observasi dalam studi
                           etnografi virtual perlu dilakukan penyesuaian dengan kondisi lapangan
                           dan subjek. Pertama, karena ahli etnografi tidak dapat secara langsung
                           mengamati orang yang sedang ia pelajari, yang merupakan sifat dari
                           perubahan observasi. Kedua, kemampuan merekam peristiwa, interaksi
                           dan lokasi secara teknologi dalam pengaturan riset online mengubah
                           peranan catatan lapangan dan bagaimana penemuan dilaporkan. Ketiga,
                           sifat data online—yakni materi visual dan tekstual, bukan pembicaraan


                       256
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49