Page 43 - index
P. 43

21





                                                                                       B A B





                           Netnografi dan Studi tentang


                           Komunitas Cyberspace



                           —Rahma Sugihartati
                                    PRENADAMEDIA GROUP




                               Mengkaji dan memahami realitas sosial yang berkembang di
                           masyarakat postmodern yang mengalami revolusi informasi,—termasuk
                           munculnya net generation atau digital natives yang menjadi bagian
                           dari komunitas cyberspace—, sesungguhnya bukan saja membutuhkan
                           penjelasan perspektif teoretis yang baru, tetapi juga metode yang berbeda.
                           Angela Cora Garcia, Alecea I. Standlee, Jennifer Bechkoff, & Yan Cui
                           (2009), dalam artikelnya yang berjudul Ethnographic Approaches to The
                           Internet and Computer-Mediated Communication, —seperti telah dimuat
                           di Journal of Contemporary Ethnography, 2009, 38: 52— menyatakan
                           bahwa di era revolusi informasi, para ahli etnografi harus mengubah teknik
                           riset yang mereka lakukan untuk mengakomodasi perubahan sosial yang
                           berkembang di masyarakat, terutama sejak kehadiran teknologi informasi
                           dan internet yang makin meluas di masyarakat. Realitas yang menjadi
                           subjek kajian ahli etnografi saat ini, menurut Garcia et al. (2009) tidak
                           sekadar komunitas offline, tetapi juga komunitas online yang memiliki
                           karakteristik yang berbeda, setting budaya yang berbeda, dan karena
                           itu membutuhkan pendekatan dan metode studi yang berbeda pula.
                               Secara garis besar, ada tiga hal yang dihadapi dan perlu diantisipasi
                           ahli etnografi ketika mereka melakukan riset terhadap komunitas online
                           yang terbiasa berselancar dan mengembangkan interaksi di kalangan
                           komunitas cyberspace. Pertama, karena ahli etnografi online secara fisik
                           tidak hadir bersama-sama dengan subjek risetnya, mereka umumnya
                           tidak dapat menggunakan keahlian inter-pribadinya yang selama ini
                           menjadi keunggulan etnografi untuk mengakses dan menginterpretasikan
                           dunia sosial yang mereka sedang pelajari. Bahasa tubuh subjek yang


                                                                                                  255
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48