Page 119 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 119

BAB 6  ERA EKONOMI LIBERAL



            luas untuk mengatur segala hal menyangkut pengangkutan. Pertama, S. A.
            Thomas diberi hak untuk mengatur letak pergudangan, sehingga dengan
            leluasa ia memindahkan beberapa gudang penampungan ke tempat yang
            lebih strategis serta membangun beberapa gudang baru. Kedua, ia bebas
            menentukan rute serta jenis angkutan yang akan digunakan. Ketiga, S. A.
            Thomas juga diberi hak untuk mengangkut hasil bumi di daerah-daerah
            di luar wilayah  Banyumas.
                 Dengan diberikannya kebebasan kepada pihak swasta, maka
            tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pengusaha angkutan pun menjadi
            lebih leluasa. Gudang-gudang kopi baru didirikan seiring dengan semakin
            luasnya areal perkebunan kopi. Beberapa gudang tambahan dibuat atas
            prakarsa perusahaan swasta. Gudang baru yang didirikan oleh S. A.
            Thomas antara lain ada di Purwareja ( Klampok), Sumpiuh,  Bobotsari,
             Selokambang ( Cahyana),  Wanadadi,  Sipedang,  Bandingan,  Kalibening,
              Pagentan, dan Pejawaran. Terdapat beberapa gudang lama yang kemudian
            tidak dipergunakan lagi, yaitu yang berada di  Jambu,  Madura dan di
              Pegadingan. Gudang di Purwareja ( Klampok) dibangun di tepi  Sungai
            Serayu dan gudang di  Selokambang dibangun di tepi  Sungai Klawing.
            Sisanya dibangun di tepi jalan raya. Dengan adanya gudang-gudang baru
            tersebut, maka hampir semua daerah penghasil kopi memiliki gudang
            penampungan.  16
                 Didirikannya gudang baru tersebut sedikit meringankan penduduk
            dalam menyetorkan kopi karena jarak dari kebun ke gudang menjadi
            semakin dekat. Sebagai contoh, penduduk  Kalibening dan sekitarnya yang
            dulunya harus menempuh jarak 13 pal untuk menyetorkan kopi ke gudang
            pengumpulan di  Karangkobar, dengan adanya gudang baru yang didirikan
            di  Kalibening, jarak yang harus ditempuh menjadi lebih pendek. Untuk
            selanjutnya, pengangkutan dari gudang-gudang pengumpulan ke gudang
            utama di Pelabuhan  Cilacap menjadi urusan pengusaha angkutan.
                 Di samping mendirikan gudang-gudang penampungan, S. A.
            Thomas juga membuka beberapa dermaga di tepi  Sungai Serayu dan
            Sungai Cintandui untuk mengangkut kopi ke  Cilacap. Beberapa dermaga



               16  Kolonial Verslag 1885. hlm. 114.


                                                                            101
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124