Page 120 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 120
ARKEOLOGI TRANSPORTASI
Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas 1830–1940an
yang cukup penting adalah di Purwarejo ( Klampok), Banyumas, dan
Cilacap yang semuanya berada di aliran Sungai Serayu, serta di Plabuan
yang berada di tepi Sungai Citandui. Dermaga di Purwarejo ( Klampok)
berfungsi untuk mengangkut kopi dari daerah Banjarnegara, dermaga
Banyumas untuk mengangkut kopi dari wilayah Keresidenan Banyumas
bagian utara dan tengah. Dermaga Cendaga untuk mengangkut kopi
dari Banyumas bagian selatan serta wilayah barat Keresidenan Bagelen,
sedangkan dermaga Plabuan berfungsi untuk mengangkut kopi dari
wilayah Keresidenan Banyumas bagian barat.
Dari ketujuh belas gudang yang berada di pedalaman antara
tahun 1882 sampai tahun 1884, jumlah kopi pemerintah yang berhasil
dikumpulkan dan diangkut oleh S. A. Thomas adalah sebagaimana
tercantum dalam tabel 12.
Tabel 12. Jumlah kopi yang dikumpulkan di berbagai gudang oleh S. A.
Thomas.
Gudang Jumlah Kopi Yang dikumpulkan (Dalam Pikul)
Pengumpulan Kopi 1882 1883 1884
Banyumas 220 240 20
Purwareja 40 90 30
Sumpiuh – – 80
Purwakerto 20 10 60
Ajibarang 390 20 540
Purbalingga – – 100
Bobotsari 1.520 60 1.320
Selokambang 590 50 90
Wanadadi 400 300 1.610
Sipedang 1.410 130 1.580
Banjarnegara 1.810 2.150 2.880
Bandingan 770 950 380
Karangkobar 4.250 970 2.460
Kalibening 3.370 630 2.760
Pagentan 3.060 730 1.640
Pejawaran 1.890 370 1.270
Majenang 380 20 450
Jumlah 21.280 6.720 17.770
Sumber: Zuhdi (2002), hlm. 30
102

