Page 121 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 121
BAB 6 ERA EKONOMI LIBERAL
Di samping diberi konsesi untuk mengangkut kopi di wilayah
Banyumas, S. A. Thomas juga diberi wewenang untuk mengangkut kopi
dari Keresidenan Bagelen ke Pelabuhan Cilacap. Seluruh kopi yang berasal
dari Bagelen harus dikumpulkan terlebih dahulu di wilayah Banyumas
karena belum adanya jalur jalan yang langsung dari wilayah Bagelen ke
Pelabuhan Cilacap. Sebagai tempat untuk pengumpulan sementara kopi-
kopi dari daerah Bagelen adalah di Purworejo ( Klampok) yang menerima
kopi dari Bagelen utara, serta di Cendaga yang menerima kopi dari
Bagelen sebelah barat dan selatan. S. A. Thomas mendirikan gudang kopi
di 27 tempat untuk tempat pengumpulan kopi di seluruh Keresidenan
Bagelen. Selama tiga tahun, ia berhasil mengumpulkan kopi sebagaimana
tercantum dalam tabel 13.
Tabel 13. Jumlah kopi pemerintah dari Keresidenan Bagelen yang dikumpulkan
di Banyumas.
Gudang Pembelian Jumlah Kopi Terkumpul (Dalam Pikul)
Tempat Distrik 1882 1883 1884
Purworejo Purworejo 250 510 10
Banyuasin Loano 1.740 1.540 2.470
Kaliboto “ 1.710 2.010 1.370
Gebang “ – – 200
Kaligesing Cangkreb 1.490 1.280 2.230
Sokopasar “ 420 420 520
Tambak “ – – 750
Kemiri Kemiri 750 280 240
Loning “ 100 340 80
Kalitepus Pituruh 270 280 450
Sadang Kebumen 180 100 280
Alihan “ 50 450 280
Wonosobo Wonosobo 3.920 1.020 2.160
Kretek “ 1.670 1.230 1.430
Garung Kalialang 2.110 1.220 1.510
Kuwarasan Leksono 2.120 890 910
Watumalang “ 1.750 460 820
Welahan “ – – 1.390
Tlogo “ – – 1.290
Sapuran Sapuran 1.830 750 2.210
103

