Page 470 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 470
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
lain, seandainya gadis-gadis remaja membaca ramalan jodoh melalui
bentuk jari dan mempercayainya, bisa jadi mereka mendadak menjadi
galau, minder, bahkan depresi dan takut menjalin hubungan asmara.
Betapa kasihan masa depan kesuksesan hidup meliputi pendidikan,
karir, dan jodoh dari anak-anak muda itu jatuh ke dalam kuasa
postingan pseudoscience semacam itu.
Psikologi sangat dirugikan oleh banyaknya postingan tidak
bertanggungjawab yang memakai topeng seolah ilmiah dan
mengklaim diri sebagai bagian dari Psikologi. Bisa dibayangkan apa
yang mungkin terjadi seandainya saran ramalan tidak jelas yang
menyatakan “Ini hidup Anda, jangan mau diatur oleh orang lain;
hidup adalah untuk kebebasan” dibaca oleh seorang remaja berlatar
belakang broken home. Bisa jadi dia akan pergi meninggalkan rumah
atau bahkan membiarkan nyawanya melayang demi membebaskan
diri dari masalah hidup yang menimpanya.
Sudah waktunya bagi kita, para mahasiswa, dosen, peneliti,
praktisi, dan siapapun yang berada di bawah naungan ilmu Psikologi
meningkatkan gairah meneliti agar ilmu kita tidak terus-menerus
dikambing-hitamkan atas informasi yang tidak benar. Pada konteks
dunia maya, kita cukup menyebarkan informasi yang jelas. Tidak
semua pengguna Internet memiliki kapabilitas untuk menyaring
konten yang sesuai dengan kaidah ilmiah ilmu Psikologi dengan
konten yang bertujuan untuk seru-seruan belaka. Warga komunitas
Psikologi, mari kita selamatkan ilmu tercinta kita ini dengan semangat
riset dan katakan tidak pada mitos abal-abal!
Asosiasi Psikiater Indonesia Disentil APA soal LGBT,
Apa Kabar Psikologi Indonesia?
Fenomena lesbian-gay-bisexual-transgender atau LGBT akhir-
akhir ini menjadi bahan pembicaraan hangat di masyarakat Indonesia,
lebih-lebih dengan adanya kasus pelecehan seksual terhadap remaja
yang melibatkan salah satu artis ternama di Indonesia sebagai
pelakunya. Tampaknya seluruh perhatian masyarakat Indonesia
langsung tertuju pada fenomena tersebut. Berbagai kalangan mulai
dari masyarakat umum, mahasiswa, lembaga keagamaan, anggota
DPR hingga menteri ikut angkat bicara. Salah satu pokok yang ramai
438

