Page 466 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 466

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            Kepolosan masyarakat yang baru berkenalan dengan teknologi
            disalah-gunakan melalui penulisan  headline atau  tagline berita
            yang provokatif. Apalagi, masyarakat yang menggunakan fasilitas
            data secara gratis melalui Facebook akan cenderung bereaksi secara
            spontan tanpa membaca isi berita yang sebenarnya terlebih dahulu
            karena tidak memiliki akses ke situ.
                 Ilustrasi di atas memberikan gambaran bahwa pengguna Internet
            di Indonesia merupakan bidikan dan target operasi dengan agenda
            tertentu, entah untuk tujuan politis atau sekadar iseng mencari
            untung dengan memanfaatkan jumlah kunjungan darii sang pemilik
            situs. Kalau memang berniat membagikan informasi semestinya
            memberikan judul yang lebih  netral. Benarkah media dan portal
            berita di Facebook tidak bisa melihat kekacauan di kalangan rakyat
            sebangsanya sendiri sebagaimana tercermin dari ungkapan mereka di
            kolom komentar? Benarkah untuk bekerja dan meraup untung harus
            tega mengorbankan orang lain dengan membiarkan mereka saling
            berkelahi? Kalau benar evaluasi berkesinambungan dan perawatan
              fanpage di Facebook dilakukan sebagaimana mestinya dan ketika
            menyadari telah terjadi kondisi yang sudah tidak sehat, idealnya
            pihak media harus melakukan sesuatu untuk mencegah merebaknya
            kemungkinan yang buruk di masyarakat.
                 Pendidikan yang kurang memadai kiranya memang juga menjadi
            salah satu faktor mengapa masyarakat Indonesia mudah tersulut,
            apalagi jika dibumbui dengan isu-isu SARA. Itulah sebabnya
            masyarakat Indonesia yang masih udik lebih aman ikut piknik
            daripada harus menjadi korban kebakaran jenggot akibat provokasi
            yang berasal dari sumber yang tidak kredibel. Mengisi teka-teki
            silang mungkin bisa menjadi metode inovatif dan mendidik untuk
            menghindarkan masyarakat menengah ke bawah dari bahaya dijejali
            dan dibingungkan dalam arti dibodohi  dengan informasi yang  bias
            dan tidak akurat.
                 Emak-emak yang baru pertama kali asyik bermain Facebook dan
            para anak baru gede atau ABG yang bersifat labil biasanya menjadi
            korban pembodohan. Lagi-lagi kaum menengah ke bawah yang
            menjadi korban. Stimuli pemancing seperti, “HEBOH Polisi Razia di
            Jalan Kampung & Terima Duit Recehan” atau “Klik LIKE jika Anda
            ingin punya rumah sendiri di tahun 2017” atau “Klik LIKE dan ketik



          434
   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471