Page 469 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 469
Psikologi Abal-Abal di Era Digital
jauh, pengembangan kreativitas bagi blogger, serta ajang unjuk gigi
hasil karya fotografi , desain, kuliner, dan sebagainya.
Di sisi lain tidak sedikit pula dampak negatifnya, mulai dari
pembuatan akun palsu, akun penipuan, akun yang memprovokasi
hingga akun-akun tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan
informasi tidak akurat namun dikemas dengan kalimat menarik dan
“seolah-olah” cerdas. Parahnya lagi, informasi sesat yang disajikan
diklaim sebagai hasil penelitian termasuk memoles hasil penelitian
abad Pencerahan yang sudah kedaluwarsa untuk dipopulerkan
kembali di abad XXI, seperti informasi tentang identifi kasi kepribadian
melalui garis tangan, letak tahi lalat, struktur jari, bahkan golongan
darah dan kaitannya dengan kesuksesan hidup seseorang. Judul-
judul provokatif seperti “golongan darah O lebih rajin dari golongan
darah A”, “jempol kaki yang pendek mencerminkan kewibawaan”,
dan “tahi lalat di hidung menunjukkan orang yang penyabar” setia
menemani timeline media sosial serta terus-menerus di-like dan
dibagikan ulang oleh ribuan orang. Ada berbagai kemungkinan motif
yang mendasarinya, seperti seru-seruan, iseng, supaya kelihatan
pandai, gaul, keren, atau supaya terlihat kekinian.
Remaja labil, anak alay, tukang galau, dan murid sekolah
polos yang tidak berdosa merupakan sasaran empuk tindak
penyebaran berita pseudoscience tersebut. Banyak dari mereka yang
mempercayainya dan menjadi tertarik pada keindahan ilmu Psikologi
yang diklaim bisa menembus batas ruang dan waktu dalam arti bisa
mengetahui sesuatu tanpa harus diberitahu. Tidak sedikit siswa SMA
yang ingin masuk jurusan Psikologi karena tertarik (baca: tertipu)
untuk mempelajari cara membaca kebohongan, meramal nasib, dan
melihat kepribadian dan masa lalu orang lain melalui satu kedipan
mata.
Bagi siswa SMA yang masih labil, polos, dan penurut, rayuan
pseudoscience semacam itu bisa berpengaruh besar dalam hidup
mereka. Andaikan mereka membaca kutipan “sebagai orang dengan
golongan darah B, Anda terlahir cerdas dan berbakat; jika Anda
yakin, kemampuan Anda akan melampaui batas orang-orang pada
umumnya” sebulan sebelum SBMPTN, bisa jadi mereka hanya
memilih tidur-tiduran tanpa belajar sebagai persiapan menghadapi
peristiwa yang bisa menentukan masa depan mereka itu. Contoh
437

