Page 464 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 464
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini teknologi adalah sahabat
seluruh lapisan masyarakat. Bahkan smartphone pun bukan lagi
merupakan benda asing bagi nenek-nenek dan emak-emak di
pasar. Tukang becak, kuli bangunan, hingga anak SD kini juga bisa
mencicipi smartphone layar sentuh dan berselancar di dunia maya.
Para jomblo juga bisa merasa memiliki teman ketika malam minggu
yang lara tiba berkat keberadaan smartphone. Ada operator seluler
yang mengusung jargon “ Internet Untuk Rakyat” dalam salah satu
promosinya. Dampak positif perkembangan Internet sudah dapat
dirasakan. Melalui media sosial yang jauh terasa dekat, yang kangen
bisa bertatapan, yang susah dimudahkan, dan yang tinggal di pelosok
tercerahkan oleh pengetahuan.
Namun, ibarat sebuah koin yang memiliki dua sisi, segala sesuatu
di dunia ini pasti memiliki sisi positif dan negative, termasuk Internet
dan media sosial yang ditawarkannya. Melalui media sosial pula, kini
yang kangen bisa “bersentuhan”, yang muda menjadi cepat dewasa,
yang asal bicara harus siap dipenjara, dan yang udik disarankan
piknik. Sebagai negara berkembang, baik rakyat maupun Pemerintah
Indonesia tampaknya sama-sama belum siap mengantisipasi dampak
negatif yang beberapa tahun belakangan menghempaskan para
pengguna setia Internet. Atau, jangan-jangan mereka bahkan tidak
merasakan dan menganggap kondisi tersebut sebagai dampak negatif?
Riset psikososial yang seharusnya menjadi garda depan dalam
mengeksplorasi dan mengontrol perubahan perilaku masyarakat yang
cenderung sudah tidak sehat ini masih amat sangat terbatas. Masih
jarang mahasiswa yang tergerak untuk meneliti isu-isu kontemporer
seperti ini. Mereka lebih nyaman meneliti topik tradisional dengan teori
yang sebenarnya sudah banyak digantikan oleh teori kontemporer.
Temuan di luar negeri menunjukkan hasil yang mengejutkan sebab
kurang dari 40% penelitian yang dipublikasikan dapat direplikasi
(Kurilla, 2015; Sample, 2015). Perlu dicatat bahwa replikasi dalam
penelitian merupakan salah satu tonggak ilmiah sebuah ilmu.
Menjadi perlu dipertanyakan kembali apakah teori-teori yang ada di
buku-buku kuliah masih relevan dengan kondisi saat ini. Pandangan
yang lebih ekstrem bahkan mengkhawatirkan bahwa Psikologi akan
kembali ke zaman purbakala manakala wajah, bentuk hidung, garis
tangan, bentuk jempol, atau bentuk rumah dianggap mempengaruhi
432

