Page 463 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 463

29
                    Psikologi Abal-Abal di Era Digital



                            Ignatius Ryan Jeff ri Dharmawan,

                           Rizki Restuning Tiyas, & Riska Andari









             Pengantar


                   “Pernahkah Anda berharap agar status Anda di Facebook di-
                   like oleh sebanyak mungkin teman Anda? Pernahkah Anda
                   menunggu supaya status Anda dibagikan, dikomentari,
                   dan disukai oleh teman Anda? Pernahkah Anda merasa
                   jengkel dan baper lantaran foto Anda di Instagram tidak
                   mendapatkan love dari followers? Pernahkah Anda meng-
                   klik LIKE supaya mendapat rumah tahun depan? Atau
                   mengetik sebuah angka supaya gambar ular bergerak? Dan,
                   bisakah Anda hidup tanpa Wi-Fi dan mematikan paket data
                   Anda selama satu minggu?”


                   erkembangan teknologi Internet yang begitu pesat telah
             Pmenyambut Indonesia sejak awal abad XXI yang lalu, dan dalam
             waktu hampir dua dekade jaringan nirkabel kini sudah mencapai 4.5
             G. Sayangnya (dan ironisnya), pergerakan jaringan Internet hampir
             sama cepatnya dengan meningkatnya gangguan mental dan dinamika
             sosial di masyarakat, mulai dari kontroversi terhadap dimasukkannya
               kecanduan Internet ke dalam pedoman penggolongan gangguan
             mental (DSM 5) oleh  Asosiasi Psikiatri Amerika (Pies, 2009), perubahan
             gaya berbelanja yang makin melestarikan perilaku maladaptif impulse
             buying (Floh & Madlberger, 2013), hingga kericuhan masyarakat di
             akun portal-portal berita yang ada di Facebook.


                                                                                      431
   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468