Page 459 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 459

“Serapan Teknologi Informasi” dan Tantangan  Profesi Psikologi:
                                                            Catatan Kecil Seorang Praktisi

             tersendatnya eksistensi yang kokoh dari profesi psikolog. Bukankah
             profesi psikolog bisa bernaung di Departemen Kesehatan, Departemen
             Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Perindustrian dan berbagai
             departemen lainnya? Sebuah dilema yang masih terbuka untuk
             didiskusikan.
                  Sejujurnya profesi psikologi di masa yang akan datang juga
             terancam eksistensinya oleh sejawat dari disiplin ilmu lain yang
             mempelajari aspek psikologi lewat kemajuan teknologi informasi.
             Karena memang sesuai hakekatnya, dimana ada kehidupan manusia,
             disitulah profesi psikologi berada. Dikhawatirkan bahwa di masa
             depan, masyarakat tidak lagi peduli apakah profesi itu dijalankan
             secara professional oleh psikolog ataupun ahli lainnya.
                  Akhirul kalam, tentunya sebagai praktisi, kami hanya bisa
             menyampaikan realitas di lapangan dengan segala tantangan
             konkretnya. Apabila profesi psikologi tidak segera berbenah diri,
             memperluas cakrawala pandang dan mengukuhkan eksistensinya
             dalam jagat kemaslahatan masyarakat, dikhawatirkan profesi
             psikologi akan surut lantaran tersaingi pesatnya teknologi informasi
             dan komunikasi itu sendiri. Semoga tidak akan terjadi … walaupun
             sekedar dalam mimpi.





































                                                                                      427
   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464