Page 457 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 457
“Serapan Teknologi Informasi” dan Tantangan Profesi Psikologi:
Catatan Kecil Seorang Praktisi
saran diajukan dan ditindaklanjuti manjemen dengan menambah
fasilitas Handy Talky, pesawat televisi di ruang istirahat, dilengkapi
audio dengan musik pengiring. Manajemen juga mengganti sistem
penerangan pabrik sepanjang 1 km itu dari deretan lampu natrium
yang bercahaya kuning dengan lampu mercury yang berwarna putih.
Dalam uji coba, karyawan lebih memilih mendengarkan acara pilihan
pendengar dari radio yang terpasang daripada musik pengiring yang
menggunakan tape recorder. Mereka lebih suka mendengarkan pilihan
pendengar, lantaran merasa ada proses interaktif dengan dunia luar.
Sedangkan penggantian lampu yang semula berwarna kuning menjadi
cool daylight telah menjadikan karyawan tidak merasa “ngelangut”,
sentimental atau bahkan melancholic. Beberapa tahun berlalu sejak
pergantian beberapa prasarana, workplace design yang lebih baik dan
sistem komunikasi informal dilaksanakan, hingga tidak ditemukan
lagi karyawan yang melihat kepala bergelayutan atau melayang-
layang. Suasana melankolis berganti ceria dan akhirnya semangat
serta produktivitas kerja dari tahun ke tahun terus meningkat.
Sebuah saran yang tidak terlalu mahal.
Lantas apa yang bisa kita petik dari kisah di atas? Sungguh,
sebuah proses komunikasi sangat diperlukan antara individu yang
satu dengan lainnya, baik secara tatap muka maupun dengan piranti
teknologi informasi dan komunikasi. Bagaimanapun juga ranah
penelitian psikologi tidak mungkin terlepas dari aspek pendukung
lingkungannya dalam membangun kepribadian yang utuh. Sebuah
realitas sosial menunjukkan pada dasarnya individu butuh untuk
berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya. Sebelum
dilakukan perbaikan, mereka merasa teralienasi dan tersegregasi.
Kemudian ditambah lagi dengan suasana remang-remang membuat
karyawan cenderung “moody” dan sangat sentimental, lantas berakhir
pada kondisi tertekan jiwanya secara berkepanjangan. Pengalaman di
atas memang terjadi di tahun 80-an, sehingga tidak mustahil berbeda
dengan kondisi saat ini. Dengan peralihan generasi serta teknologi
informasi yang pesat telah mengubah tantangan mekanik dan
crane operator di pabrik baja tersebut. Tidak mustahil mereka tidak
memerlukan pertemuan face to face seperti generasi sebelumnya.
Karena kini, kendati di atas forklift, mereka tetap bisa berkomunikasi
425

