Page 453 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 453

“Serapan Teknologi Informasi” dan Tantangan  Profesi Psikologi:
                                                            Catatan Kecil Seorang Praktisi

             Dampak dan Tantangan Kemanusiaan

                  Lantas apakah semua pertanyaan dan harapan tersebut saat
             ini sudah terjawab? Ternyata nilai tambah dari penyajian pesat
             teknologi informasi bukannya tidak meninggalkan permasalahan.
             Sebagian masyarakat masih khawatir bahwa di dalam kehidupan
             “ultra modern”, masyarakat akan berubah menjadi makhluk yang
             tergambarkan sebagai  zombie- zombie. Manusia yang kaku, berwajah
             dingin, tidak memiliki perasaan dan tidak peduli lagi dengan
             nilai budaya serta lingkungan sosialnya.  Kekhawatiran tersebut
             cukup beralasan mengingat sudah ada tengara munculnya nilai-
             nilai individualistik yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan
             komunikasi yang berbuntut pada perasaan termarjinalisasi atau
             teralienasi. Hak azasi atas kemanusiaan menjadi terabaikan lantaran
             kehidupan dipenuhi dengan perilaku transaksional. Sekedar ilustrasi
             dari ranah yang terkecil. Dibalik ruang konsultasi psikologi, sudah
             banyak keluhan suami-isteri yang merasa rumah tangganya tidak
             harmonis, stres dan depresi, padahal secara sosial ekonomi mereka
             tidak kekurangan. Mereka beranggapan bahwa jika kebutuhan
             secara ekonomi terpenuhi, maka dengan sendirinya kebahagiaan
             akan terwujud. Namun ternyata anggapan tersebut keliru. Banyak
             perceraian, tindak kekerasan dalam rumah tangga sampai dengan
             pembunuhan anggota keluarga terdekat, lantaran proses komunikasi
             di antara mereka telah dikudeta peralatan teknologi informasi.
             Sehingga tidak lagi terjadi kesyahduan atau  romantisme ala kakek
             atau nenek mereka saat memadu kasih.  Di ranah korporasi, baik
             perusahaan negara atau perusahaan keluarga juga sering terjadi
             perdebatan tentang kemaslahatan penggunaan teknologi informasi
             dan komunikasi. Di satu pihak ingin meningkatkan efi siensi  dan
             efektifi tas kerja melalui penerapan aplikasi teknologi informasi, tetapi
             di pihak yang lain, masih banyak yang mempertimbangkan dampak
             sosial, hukum dan ketenagakerjaan.
                  Perkembangan teknologi apapun seringkali analog dengan sebuah
             revolusi. “Revolusi tidak mustahil mengorbankan anak-anaknya”
             (Hanifah, 1977). Demikian pula konsekuensi penggunaan teknologi di
             sebuah dunia usaha. Tidak pelak akan berakibat pada pengurangan
             layer dalam struktur organisasi perusahaan yang akan berdampak




                                                                                      421
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458