Page 438 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 438
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Saat ini, aksesibilitas bagi orang-orang dengan disabilitas telah
didukung dengan kecanggihan teknologi, yang perlahan-lahan
mengintegrasikan fi tur-fi tur aksesibilitas pada produk-produk yang
umum dipakai. Contoh teknologi alat bantu yang umum terpakai
adalah kursi roda, prostesis, alat bantu dengar, dan alat bantu visual.
Pada tahun-tahun terakhir, perangkat lunak komputer khusus dan
hardware yang meningkatkan mobilitas, pendengaran, penglihatan,
atau kapasitas komunikasi juga banyak tersedia. Misalnya, operating
system komputer seperti Windows, Linux, IOS dan Android telah
memasukkan fi tur yang bisa membantu tunanetra mengoperasikan
ponsel layar sentuh atau laptop dan personal computer.
Berdasarkan wawancara dengan Jaka Ahmad, M.Sw. - rekan
sejawat kami seorang penyandang disabilitas tamatan pendidikan
pascasarjana jurusan Social Work, di Flinders University, Australia
yang sudah kami sebut - terkait dengan sarana umum, contoh
aksesibilitas ialah kendaraan umum (bus) berlantai rendah, dilengkapi
dengan suspensi hidrolik yang bisa menyesuaikan tinggi bus dengan
trotoar, sehingga pengguna kursi roda dapat dengan leluasa masuk
ke dalam bis. Contoh lainnya, pada sebagian besar ruang publik,
terdapat papan pengumuman digital yang memberikan informasi
secara visual, sehingga tunarungu dapat mengetahui jadwal atau
informasi yang ditampilkan. Bila kita menyimak contoh-contoh di atas,
maka dapat diamati bahwa sarana-sarana yang disebutkan bukanlah
sarana-sarana yang hanya dapat digunakan oleh orang-orang dengan
disabilitas. Sarana-sarana tersebut merupakan sarana umum, yang
digunakan oleh masyarakat luas namun dapat juga digunakan oleh
orang-orang dengan disabilitas. Dengan demikian, pengguna kursi
roda tidak perlu menunggu bus khusus untuk kursi roda, melainkan
dapat berbagi dengan pengguna bis lainnya. Disinilah prinsip
inklusivitas terjalin, yaitu bahwa semua individu berhak berbagi
kesempatan yang sama dan masyarakat yang ada mengupayakan
terwujudnya persamaan tersebut (Ahmad, komunikasi pribadi, 2015).
Tersedianya sarana aksesibilitas sangat berpengaruh terhadap
tumbuh dan berkembangnya individu dengan disabilitas. Beberapa
tahun silam, ketika telepon genggam layar sentuh mulai menguasai
pasaran, kelompok tunanetra merupakan kelompok yang dirugikan
oleh kehadiran fi tur tersebut karena tidak tersedianya area taktil yang
406

