Page 435 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 435

Inklusi dan Aksesibilitas: Jalan untuk Kembali Menjadi Manusia Seutuhnya

             yang baru menyerukan perubahan paradigma untuk menekankan
             pada kemampuan  seseorang (disebut juga  wacana enablement) dan
             bersama-sama menghilangkan hambatan yang ada, baik yang bersifat
             fi sik maupun berupa sikap dan pandangan orang-orang di sekitarnya
             (Adioetomo, Mont, & Irwanto, 2014; Irwanto et al., 2010).
                  Mengapa isu  disabilitas ini menjadi sesuatu yang harus dibahas?
             Ternyata di Indonesia sendiri diperkirakan 11% dari penduduknya
             mengalami  disabilitas (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
             2013). Secara umum dapat dikatakan bahwa Indonesia adalah rumah
             bagi sekitar 27 juta penduduk yang mengalami  disabilitas. Jumlah
             ini sedikit di bawah estimasi  World Health Organization (WHO, 2011)
             yaitu 15% dari penduduk dunia. Mengingat besarnya jumlah populasi
             yang mengalami  disabilitas, maka kesadaran mengenai isu ini juga
             harus ditingkatkan.


             Jenis Disabilitas

                  Terdapat dua jenis besar  disabilitas: fi sik dan nonfi sik. Rincian
             jenis beserta tantangan  masing-masing adalah sebagai berikut (Lusli,
             Hendriati, Widinarsih, Swandari, 2009; Kementerian Pendidikan dan
             Kebudayaan RI, 2009):
             1.  Tunanetra adalah mereka yang mengalami gangguan penglihatan
                  (indra pengelihatan tidak/kurang berfungsi).
             2.   Tunarungu      adalah     mereka     yang    mengalami      gangguan
                  pendengaran (indera pendengaran tidak/kurang berfungsi).
             3.  Tunawicara adalah mereka yang mengalami gangguan bicara
                  (organ wicara tidak/kurang berfungsi).
             4.  Tunadaksa adalah mereka yang mengalami gangguan gerak
                  (anggota tubuh yang berkaitan dengan otot, sendi, struktur
                  tulang, atau sistem syaraf tidak/kurang berfungsi).
             5.  Tunagrahita adalah mereka yang mengalami kesulitan berpikir
                  (tingkat kecerdasaan berada di bawah rata-rata sehingga tidak/
                  kurang dapat memfungsikan cara berpikir).
             6.  Kesulitan belajar adalah mereka yang mengalami kesulitan
                  membaca, menulis dan berhitung (mengalami gangguan persepsi
                  sehingga tidak/kurang dapat memfungsikan kemampuan
                  megolah informasi).




                                                                                      403
   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440