Page 437 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 437

Inklusi dan Aksesibilitas: Jalan untuk Kembali Menjadi Manusia Seutuhnya

             membantu untuk  terwujudnya unjuk kerja terbaik. Salah satu bentuk
             usaha untuk menjadi masyarakat yang inklusif adalah  melakukan
             pengadaan sarana atau alat yang membantu memandirikan dan
             memampukan setiap orang didalamnya. Prinsip inilah yang disebut
             dengan  aksesibilitas.


             Aksesibilitas dan Teknologi yang Memudahkan

                  Aksesibilitas berarti kemudahan yang disediakan bagi penyandang
             masalah  kesejahteraan sosial guna mewujudkan kesamaan
             kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan (Pusat
             Data, 2009; UU No. 4/1997; PP No. 43/1998). Dalam konteks
               disabilitas, dikenal prinsip  accessibility fi rst dalam pemenuhan hak
             individu dengan  disabilitas (Irwanto, 2016). Aksesibilitas bagi individu
             dengan  disabilitas memberikan kemudahan untuk melampaui
             hambatan  fi sik dan nonfi sik yang ada di lingkungan. Terciptanya
               aksesibilitas pada lingkungan seseorang dengan  disabilitas hampir
             serupa dengan mengembalikan kemampuan yang telah hilang dalam
             bentuk yang berbeda.


             Assistive Devices untuk Aktivitas Penyandang

             Disabilitas

                  Salah satu cara untuk mengupayakan  aksesibilitas adalah
             dengan mengunakan teknologi alat bantu ( assistive devices). Alat
             bantu adalah alat yang dibuat dan dipergunakan oleh penyandang
               disabilitas untuk dapat meminimalisasi hambatan yang dialami
             sebagai akibat tidak berfungsinya bagian tubuh agar dapat
             meningkatkan mobilitas, komunikasi, dan interaksinya dalam hidup
             bermasyarakat secara wajar (Pusat Data, 2009). Teknologi alat
             bantu dibuat dengan tujuan untuk memelihara atau meningkatkan
             fungsi dan kemandirian individu guna memfasilitasi partisipasi dan
             meningkatkan  kesejahteraan secara keseluruhan. Sayangnya, pada
             banyak negara yang berpenghasilan rendah dan menengah, hanya
             5-15 % dari orang-orang yang membutuhkan teknologi alat bantu
             memiliki akses kepadanya (“Assistive devices and technologies”,
             n.d.). Hal ini membuat situasi ketergantungan individu penyandang
               disabilitas menjadi semakin besar.


                                                                                      405
   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442