Page 433 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 433
27
Inklusi dan Aksesibilitas:
Jalan untuk Kembali
Menjadi Manusia Seutuhnya
Penny Handayani & Anissa Azura
idup, belajar dan memiliki usaha bersama rekan yang memiliki
Hkeunikan khusus merupakan pengalaman yang tidak dimiliki
oleh setiap orang. Pada tahun 2013, kami merintis usaha pelatihan
dengan seorang rekan trainer luar biasa yang merupakan seorang
penyandang tunanetra total (totally blind). Ya, rekan bisnis kami
adalah seorang tunanetra. Ketika banyak orang awam memandang
bahwa satu-satunya jenis usaha yang mungkin dilakukan oleh seorang
tunanetra adalah sebatas penyedia jasa kesehatan, maka rekan kami
menggunakan kelebihan lainnya sebagai seorang wirausahawan
dalam bidang jasa pelatihan dan konsultasi SDM. Oleh karenanya,
prinsip inklusivitas yang selama ini diajarkan sebagai materi kuliah
kepada mahasiswa menjadi sesuatu yang wajib dijalankan dalam
budaya keseharian perusahaan kami. Kinerja kami sebagai rekan
kerja juga banyak terbantu oleh teknologi ( assistive devices) bagi
penyandang disabilitas. Bagi mereka yang masih asing dengan kata-
kata inklusi, aksesibilitas, dan teknologi yang dapat membantu
penyandang disabilitas, atau bahkan masih asing dengan kata
penyandang disabilitas itu sendiri, berikut adalah sedikit rangkuman
pengalaman kami bersamanya.
401

