Page 436 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 436

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            7. Gangguan   spektrum  autisme adalah mereka yang mengalami
                 gangguan sosial emosi (mengalami gangguan pada perkembangan
                 sosial emosi sehingga kesulitan berkomunikasi dan sulit
                 melakukan interaksi sosial).
            8.   Gangguan      pemusatan       perhatian     (mengalami      gangguan
                 pada kemampuan memusatkan perhatian sehingga rentang
                 perhatiannya menjadi pendek dan mudah teralih).

                 Dengan karakteristik  kebutuhan khusus yang berbeda pada
            setiap individu, mereka pun mengalami hambatan dan masalah
            yang berbeda, sehingga membutuhkan bantuan dan  intervensi yang
            berbeda pula.


            Tantangan Penyandang Disabilitas


                 Hidup dengan  disabilitas merupakan tantangan yang berat bagi
            sebagian besar orang. Salah satu penyebabnya adalah lingkungan
            yang tidak kondusif bagi orang-orang yang mengalami  disabilitas
            untuk melakukan aktivitasnya. Lingkungan yang penuh hambatanlah
            yang menyebabkan marginalisasi warga negara dengan  disabilitas.
            Faktor ini pula yang mendorong munculnya rasa putus asa dalam diri
            individu dengan  disabilitas. Hasilnya, individu yang bersangkutan
            pun menyalahkan kondisinya yang dianggap tidak sempurna dan
            mengisolasi diri dari masyarakat, bahkan dari peradabannya. Oleh
            sebab itu, dibutuhkan modifi kasi,   adaptasi, atau pengembangan
            yang bersifat universal, sehingga tersedia akses bagi semua orang,
            termasuk mereka yang mengalami  disabilitas.
                 Guna menjadi masyarakat yang ramah terhadap penyandang
              disabilitas, konsep inklusi perlu diterapkan.  Inklusi berasal dari
            kata ‘inclusion’ yang berarti mengikutsertakan. Konsep masyarakat
            inklusi adalah lingkungan sosial yang meniadakan hambatan
            karena setiap warganya dihargai perbedaannya (Lusli  et al., 2009).
            Miller dan Katz (2002) menambahkan bahwa“inclusion is a sense of
            belonging: feeling respected, valued for who you are; feeling a level
            of supportive energy and commitment from others so that you can do
            your best work”. Penjelasan tersebut memaparkan bahwa konsep
            inklusi menitikberatkan pada perasaan dihormati dan dihargai, serta
            adanya energi yang mendukung dan komitmen dari orang lain yang


          404
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441