Page 442 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 442

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            mengetahui sesuatu (jam, lokasi, dan informasi) dari sekitarnya
            karena yang bersangkutan merasa tidak nyaman bila  menjadi
            pusat perhatian ketika berada di lingkungan sosial yang lebih luas.
            Untuk mencegah rasa tidak nyaman, seseorang akan menghindari
            situasi atau skenario yang berpotensi membuatnya canggung atau
            tidak nyaman. Karena itu, ketika seseorang merasa dipermalukan
            di depan umum, mereka akan cenderung mencari alternatif lain
            yang dapat membantunya, salah satunya ialah dengan menguasai
            penggunaan teknologi alat bantu (McDonnall & Crudden, 2009). Hal
            ini menunjukkan bahwa adanya situasi yang kurang menyenangkan
            ternyata dapat memberikan dorongan positif bagi pengembangan diri
            individu yang bersangkutan.


            Penutup

                 Ketika seseorang dengan  disabilitas terisolasi dari lingkungannya,
            atau hanya dapat dilihat dari kejauhan tanpa ada interaksi langsung,
            muncullah penilaian bahwa orang dengan  disabilitas adalah orang
            yang lemah atau tidak mempunyai kemampuan karena kondisi
            motorik, kognitif, sensorik, atau psikologisnya yang tidak menunjang.
            Persepsi ini kemudian berkembang menjadi perilaku mengasihani yang
            biasanya diiringi keinginan untuk melindungi.  Hal ini akan memiliki
            dua sisi. Pada satu sisi, akan membuat individu yang bersangkutan
            mendapatkan rasa aman dan nyaman yang dibutuhkan. Namun
            pada sisi lain, akan membuat potensi diri kurang terasah seiring
            tidak tersedianya tantangan yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan
            berkembang.
                 Tersirat juga bahwa bukan hanya kondisi individu tersebut yang
            menyebabkan  disabilitas, namun terdapat juga kontribusi dari faktor
            lingkungan.Tidak hanya itu, lingkungan sekitar juga bertanggung
            jawab atas berat atau tidaknya  disabilitas seseorang (Lusli,  et al.,
            2009). Contohnya, seorang tunanetra tidak bisa membaca tulisan
            tangan atau tulisan yang dicetak di atas kertas. Akan tetapi, bila tulisan
            tersebut diubah menjadi huruf braille, maka tunanetra tersebut akan
            dapat membaca dengan baik. Demikian juga dengan seseorang yang
            tidak bisa mendengar. Pada dasarnya ia akan kehilangan banyak
            informasi karena banyak informasi didapat secara auditorial. Namun




          410
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447