Page 389 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 389
Sisi Kemanusiaan Media Sosial
Misalnya, mendonorkan ginjal merupakan perilaku menolong yang
bersifat serius, sedangkan menunjukkan arah jalan merupakan
perilaku menolong yang tidak serius. Ketiga, berdasarkan jenis
pertolongannya, perilaku menolong bisa dibedakan menjadi yang
bersifat langsung diberikan kepada pihak yang ditolong atau bersifat
tidak langsung melalui orang ketiga. Misalnya, menjadi relawan
dalam membantu korban bencana termasuk perilaku menolong yang
bersifat langsung, sedangkan memberikan sumbangan kepada korban
bencana melalui lembaga tertentu termasuk perilaku menolong yang
bersifat tidak langsung.
Berdasarkan isinya Mc.Guire (1994 dalam Rahman, 2013)
menggolongkan perilaku menolong menjadi empat jenis: (1) casual
helping, yaitu memberikan pertolongan yang bersifat biasa atau
umum; (2) substantial personal helping, yaitu memberikan pertolongan
yang membutuhkan usaha yang dapat menguntungkan orang lain; (3)
emotional helping, yaitu memberikan pertolongan berupa dukungan
emosional atau sosial; dan (4) emergency helping, yaitu pertolongan
yang bersifat darurat.
Empati dan Perilaku Menolong
Batson (1995) menjelaskan adanya hubungan antara empati dan
perilaku menolong serta menyatakan bahwa empati adalah sumber
motivasi altruis, yaitu dorongan untuk memberikan perhatian
terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri.
Ada tiga teori yang menjelaskan hubungan antara empati dan
perilaku menolong. Pertama, hipotesis empati-altruisme. Hipotesis
ini menyatakan bahwa perhatian empatik yang dirasakan seseorang
terhadap penderitaan orang lain akan menghasilkan motivasi untuk
mengurangi penderitaan orang tersebut. Motivasi menolong ini bisa
sangat kuat sehingga orang bisa terlibat dalam aktivitas menolong
yang tidak menyenangkan, berbahaya, bahkan mengancam jiwanya
(Batson, 1995). Dengan demikian, motivasi seseorang untuk
menolong adalah karena ada orang lain yang membutuhkan bantuan
dan rasanya menyenangkan bila dapat berbuat baik. Ini merupakan
penjelasan yang paling tidak egois tentang perilaku menolong. Kedua,
model mengurangi perasaan negatif. Model yang dikemukakan oleh
357

