Page 388 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 388
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
untung rugi yang terjadi. Tingkah laku menolong dipandang sebagai
hasil pertukaran antara give and take, memberi dan menerima.
Perspektif Teori Empati. Empati merupakan respon kompleks
yang meliputi komponen afektif dan kognitif. Dengan komponen
afektif orang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,
sedangkan dengan komponen kognitif orang mampu memahami apa
yang dirasakan orang lain beserta alasannya (Batson, 1995 dalam
Sarwono, 2009).
Perspektif Sosial-Kognitif. Perspektif ini memandang perilaku
menolong sebagai hasil pertimbangan kognitif. Salah satu teori yang
menggunakan perspektif ini adalah model pengambilan keputusan
untuk menolong yang dikemukakan oleh Latane dan Darley (1970,
dalam Baron & Byrne, 1997). Dari perspektif pengambilan keputusan,
tindakan menolong muncul saat individu memutuskan untuk memberi
bantuan dan kemudian mengambil tindakan. Langkah-langkah
pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut. Pertama-tama
orang melihat ada sesuatu yang terjadi dan memutuskan apakah
diperlukan bantuan atau tidak. Jika bantuan diperlukan, orang itu
akan mempertimbangkan seberapa besar tanggung jawabnya untuk
bertindak. Selanjutnya, orang itu akan mengevaluasi imbalan dan
biaya dari tindakan menolong atau tidak menolong. Akhirnya, orang
itu harus memutuskan jenisd bantuan apa yang dibutuhkan dan
bagaimana cara memberikannya.
Bentuk-Bentuk Perilaku Menolong
Pearce dan Amato (dalam Schroeder, et al., 1995) mencoba
menggolongkan perilaku menolong dengan membuat taksonomi
yang membagi situasi menolong ke dalam tiga dimensi. Pertama,
berdasarkan setting sosialnya, perilaku menolong bisa dibedakan
menjadi bersifat terencana dan formal atau spontan dan tidak formal.
Mengadopsi anak yatim, misalnya, merupakan perilaku menolong
yang bersifat terencana dan formal, sedangkan meminjamkan pensil
kepada teman yang membutuhkan termasuk perilaku yang tidak
formal dan tidak direncanakan. Kedua, berdasarkan keadaan yang
menerima pertolongan, perilaku menolong bisa dibedakan menjadi
perilaku menolong yang bersifat serius atau yang tidak serius.
356

