Page 391 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 391
Sisi Kemanusiaan Media Sosial
hilang di Monas yang akhirnya berhasil ditemukan karena bantuan
media sosial, dan kasus-kasus lainnya. Fenomena ini tentu sangat
menggembirakan dan menyejukkan di tengah-tengah banyaknya
kasus kejahatan akibat media sosial.
Mengapa perilaku menolong bisa terjadi di media sosial? Perilaku
menolong merupakan bagian dari perilaku prososial (Batson,
1995) berupa segala tindakan yang ditujukan untuk memberikan
keuntungan pada satu atau banyak orang lain (Penner, Dovidio, Piliavin
& Schroeder, dalam Aronson, Wilson & Akert, 2007). Strausburger,
Wilson, dan Jordan (2014) menyatakan bahwa dalam konteks media
perilaku menolong secara sosial tetap mengarah pada altruisme,
keramahan, penerimaan keragaman, dan kerjasama. Dengan kata
lain, perilaku penggunaan Internet adalah sebuah perilaku prososial.
Sejumlah bentuk perilaku menolong yang tampak pada saat seseorang
menggunakan Internet atau media sosial adalah (Ma, 2011): (a)
menggalang kegiatan-kegiatan di dunia maya yang bersifat sukarela
dan alturistik, berujuan membantu orang lain yang membutuhkan; (b)
perilaku kerjasama dan berbagi, yaitu menggunakan fasilitas media
sosial sebagai sarana untuk mengajar dan belajar demi meningkatkan
pengetahuan dan kapasitas seseorang; (c) mempertahankan hubungan
yang afektif; dan (d) perilaku normatif dalam menggunakan media
sosial agar dikenal dan dipercaya oleh orang lain sebagai orang yang
baik.
Dalam teori komunikasi efek media dipandang memberikan
pengaruh terhadap perilaku dan cara berpikir manusia dalam
kehidupan sosialnya dari berbagai perspektif. Efek media adalah
perubahan kognisi, sikap, emosi, dan perilaku (Straubhaar, LaRose,
& Davenport, 2012). Media sosial tentunya juga memberikan
pengaruh besar terhadap perilaku, apalagi di zaman sekarang dimana
banyak waktu yang kita habiskan untuk bersentuhan dengan media
sosial. Hasil penelitian Ma, Li, dan Pow (2011) menemukan bahwa
orang yang berperilaku prososial dalam arti suka menolong dalam
kehidupan yang nyata cenderung lebih prososial dalam penggunaan
media sosial. Sebaliknya, apabila dalam kehidupan nyata orang
berperilaku antisosial maka dalam kehidupan maya atau media sosial
pun cenderung berperilaku antisosial.
359

