Page 386 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 386

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

                 Dalam kasus-kasus di atas, sebelumnya masyarakat tidak
            mengenal sama sekali siapa itu Prita Mulyasari dan Alma serta siapa
            yang akan menjadi pendonor maupun yang diberi donor darah.
            Toh masyarakat dengan rela dan ikhlas menyumbangkan uangnya,
            menyumbangkan darahnya, dan memberikan bantuan menemukan
            Alma dalam rangka mengurangi penderitaan korban. Pertanyaannya,
            mengapa orang mau menolong orang lain yang mungkin tidak
            dikenalnya? Mengapa  media sosial dapat membangkitkan mobilisasi
            sosial masyarakat untuk berbuat sesuatu padahal mereka tidak
            memiliki ikatan dan persinggungan langsung dengan korban?


            Mengapa Orang Menolong?

                 Secara teoretis, Schroeder, Penner, Dovidio dan Piliavin (1995)
            menyatakan bahwa helping atau menolong adalah suatu tindakan yang
            bertujuan menghasilkan keuntungan terhadap pihak lain. Menolong
            juga diartikan sebagai suatu tindakan yang menguntungkan orang lain
            tanpa harus menguntungkan si penolong secara langsung, bahkan
            kadangkala menimbulkan risiko bagi si penolong (Baron & Byrne
            1997).  Perilaku menolong merupakan bagian dari perilaku prososial,
            yaitu segala tindakan yang bertujuan memberikan keuntungan
            pada satu atau banyak orang (Batson, 1995).  Sebagaimana perilaku
            sosial lainnya, perilaku menolong terbentuk karena banyak faktor,
            meliputi faktor personal seperti suasana hati, sifat, dan jenis kelamin,
            faktor interpersonal, dan faktor situasional. Masing-masing faktor
            tersebut memberikan kontribusi secara berbeda-beda tergantung
            kasusnya. Suatu kasus perilaku menolong mungkin lebih banyak
            dipengaruhi oleh faktor personal, sedangkan kasus lainnya mungkin
            lebih dipengaruhi oleh faktor interpersonal atau situasional. Terdapat
            beberapa perspektif teori yang dapat dipakai untuk menjelaskan
            perilaku menolong, yaitu perspektif teori  evolusi, perspektif teori
            sosial-kultural, perspektif teori belajar, perspektif teori empati, dan
            perspektif sosial-kognitif.
                 Perspektif Teori Evolusi.  Menurut teori  evolusi, inti dari
            kehidupan adalah kelangsungan hidup gen. Gen dalam diri manusia
            mendorong manusia memaksimalkan kesempatan berlangsungnya
            suatu gen agar tetap lestari. Terdapat dua penjelasan dari teori




          354
   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391