Page 248 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 248

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

            media yang menyajikan contoh-contoh cara berpikir dan merespon
            situasi sosial yang reaktif dan emosional saat ini juga menjadi salah
            satu rujukan yang diikuti oleh anak. Fenomena ini dengan mudah
            dapat ditemukan di berbagai  media sosial dengan mencermati pola-
            pola unggahan baik dari sisi bahasa maupun muatan yang dibagikan
            secara terbuka kepada orang lain. Di luar lingkup Internet, banyak
            tayangan televisi pada kenyataannya juga menampilkan tidak sedikit
            informasi yang justru menstimulasi munculnya pola-pola perilaku
            negatif pada anak-anak yang kerap menontonnya.
                 Rangkaian data tersebut semakin menegaskan catatan penting
            bahwa era teknologi digital membawa tantangan yang begitu besar
            di balik kemudahan yang ditawarkan. Kesempatan belajar dengan
            segala keluasan akses informasi ternyata juga membawa konsekuensi
            lain dalam diri anak. Berbagai faktor risiko dunia digital perlu segera
            disikapi secara tepat, mengingat anak adalah generasi penerus yang
            akan menentukan baik tidaknya kehidupan masyarakat di masa
            depan. Dengan segala hal positif maupun negatif yang akan ditemui
            anak setiap kali beraktivitas menggunakan teknologi digital, menjadi
            penting bagi orangtua sebagai pendidik utama untuk memberikan
            bekal yang memadai. Terlebih sebagaimana dirasakan oleh para
            orangtua, keterbatasan waktu yang dimiliki seringkali membuat
            orangtua kesulitan untuk selalu mengawasi aktivitas online anak.
                 Membekali anak dengan kemampuan dalam menilai dan memilah
            secara mandiri berbagai pengaruh dunia  online adalah langkah
            mendasar yang perlu diupayakan, agar dengan bekal tersebut anak
            cukup memiliki kemampuan untuk membedakan respon terhadap
            konten-konten bermuatan positif dan yang bermuatan negatif.
            Dengan bekal tersebut anak akan memiliki kemampuan yang baik
            untuk menyikapi berbagai faktor risiko dunia digital. Menurut Byron
            (2008), membangun  online resilience pada anak saat ini merupakan
            hal yang sangat penting dilakukan dalam memperkuat kemampuan
            mereka mengelola berbagai risiko, disamping sebagai upaya untuk
            mereduksi  aksesibilitas anak ke konten-konten yang membahayakan
            di berbagai jejaring online.









          216
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253