Page 253 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 253
Menumbuhkan Online Resilience pada Anak:
Tantangan dalam Pengasuhan di Era Teknologi Digital
persoalan pengasuhan yang kurang optimal. Orang tua menerapkan
pengasuhan yang justru memunculkan masalah dalam keluarga
melalui berbagai bentuk tingkah laku yang kurang sesuai, seperti
menunjukkan sikap ambigu saat mengasuh, emosional dan tidak
konsisten dengan apa yang disampaikan pada anak, kurang mampu
membangun komunikasi yang positif, banyak menuntut namun
sedikit memberi contoh atau bahkan tanpa disadari justru sering
menampilkan contoh-contoh perilaku yang kurang baik di depan anak.
Hal-hal yang demikian tentu perlu dikoreksi agar di tengah semakin
besarnya tantangan yang harus dihadapi orang tua dalam mengawal
tumbuh kembang anak di jaman digital yang terus berkembang ini,
tetap diperoleh hasil yang positif.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa era teknologi digital telah membawa
tantangan sosial yang begitu besar di balik segala kemudahan yang
ditawarkan. Dalam era seperti ini menjadi tanggung jawab orangtua
untuk melengkapi pengasuhan yang diterapkannya dengan upaya-
upaya yang tepat dalam menumbuhkan online resilience pada anak.
Online resilience adalah kemampuan anak bertahan dalam menghadapi
situasi yang sulit, berbahaya dan berisiko dalam dunia online, agar
selanjutnya dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mampu
mengelola diri dengan baik sehingga tidak mudah terpengaruh oleh
aktivitas maupun hal-hal negatif yang setiap saat ditemui di dunia
online. Upaya menumbuhkan online resilience sendiri perlu didasari
oleh sejumlah pemahaman konseptual antara lain tentang komponen
kunci dalam resiliensi dan bagaimana komponen tersebut dapat
tumbuh dalam diri anak, serta prinsip dasar proses pengasuhan dari
sudut pandang psikologi perkembangan.
221

