Page 246 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 246
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
mengakses Internet melalui smartphone (Maulana, 2015). Laporan
tahunan tentang pengguna teknologi digital yang dikeluarkan oleh
We Are Social, sebuah agensi marketing sosial, menunjukkan bahwa
pada tahun 2015 di Indonesia terdapat 72 juta pengguna aktif media
sosial (Wijaya, 2015). Sementara khusus tentang smartphone, lembaga
riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah
pengguna aktif smartphone di Indonesia akan mencapai lebih dari
100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi
negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia
setelah Cina, India, dan Amerika Serikat (Rahmayani, 2015).
Pada kelompok anak dan remaja, data penggunaan teknologi
digital juga dicermati secara khusus oleh Kementerian Komunikasi
dan Informatika. Penelitian yang dilakukan Kemenkominfo dengan
didukung oleh UNICEF mencatat bahwa sebagian besar anak dan
remaja di Indonesia sekarang sudah mengakses Internet secara teratur
untuk mencari informasi terkait studi, bertemu dengan teman maupun
untuk menghibur diri sendiri (Razak, 2014). Menurut temuan, sekitar
80% anak dan remaja aktif menggunakan Internet dan sebagian besar
dari mereka pergi online setiap hari atau setidaknya seminggu sekali.
Hampir sembilan dari sepuluh anak-anak (89%) berkomunikasi
secara online dengan sebaya, sementara kelompok-kelompok yang
lebih kecil juga berinteraksi dengan keluarga (56%) atau guru (35%)
melalui Internet, baik dengan menggunakan komputer, laptop
maupun smartphone. Rangkaian data tersebut menunjukkan betapa
teknologi digital sudah menjadi bagian dari rutinitas kehidupan anak
dan remaja saat ini.
Seperti aneka macam alat bantu lain yang mempermudah
aktivitas manusia, kemudahan penggunaan teknologi digital juga
diikuti oleh beragam konsekuensi baik positif maupun negatif. Studi
yang dilakukan oleh Hsin, Li dan Tsai (2014) menemukan adanya
efek positif penggunaan teknologi digital sebagai sarana memberikan
stimulasi perkembangan anak. Liao (2007) serta Higgins, Xiao dan
Katsipataki (2012) melalui meta analisis yang dilakukan terhadap
sejumlah penelitian terdahulu mencatat bahwa pemanfaatan
teknologi digital secara tepat dapat meningkatkan capaian prestasi
akademik anak. Teknologi digital memfasilitasi guru untuk mampu
membangun kelas yang lebih interaktif dalam proses belajar, seperti
214

