Page 48 - index
P. 48
Metode Penelitian Sosial
lapangan yang sifatnya partisipatif. Hanya saja perbedaannya, jika
etnografi berusaha memahami fenomena sosial dengan cara mencatat
dan mengamati seluruh perilaku dan hal-hal kecil yang dilakukan subjek,
dalam netnography fokus amatan ditujukan pada hal-hal yang terjadi
di dunia maya atau di lingkungan komunitas virtual, dengan bantuan
informan online maupun informan offline.
Dalam riset etnografi online, Garcia et al. (2009) menggarisbawahi
paling—tidak tiga hal yang perlu diperhatikan peneliti— yang membedakan
riset online atau netnografi dengan studi etnografi yang tradisional.
Pertama, adalah terjadinya perubahan sifat data dalam studi etnografi
virtual. Peneliti tidak hanya mengandalkan pada data tekstual, tetapi
PRENADAMEDIA GROUP
juga data visual, bahkan data dalam bentuk suara dan pergerakan yang
belakangan ini mulai populer digunakan komunitas online. Dalam studi
netnografi, ada dua jenis data yang biasanya dikumpulkan peneliti, yaitu:
(1) data tekstual yang tersedia meliputi e-mail, interaksi kamar chat,
pesan instan, situs web dan lain-lain. Campbell (2006, dalam Garcia et
al., 2009) menyatakan bahwa apa yang ditulis subjek dalam dunia maya
mengandung informasi penting tentang identitas mereka, pemaparan
diri, dan bagaimana mereka mendefinisikan dan merasakan dunianya;
dan (2) data visual. Berbeda dengan ahli etnografi offline yang dapat
melihat ekspresi wajah subjek, irama suara dan bahasa tubuh bersama
kesan yang tampak dalam penampilan, pakaian dan gaya hidup subjek, di
kalangan etnografi online, observasi dilakukan pada data visual, seperti
penggunaan gambar, warna, tata letak halaman, desain grafik situs
web, atau bisa juga observasi melalui webcam. Kedua, catatan lapangan
dalam studi etnografi online, menurut Garcia et al. (2009) tidak sekadar
tergantung pada data-data tekstual, tetapi juga data lisan, percakapan
langsung antar-anggota komunitas di cyberspace yang belakangan ini makin
dikembangkan komunitas online melalui penggunaan webcam. Ketiga,
dalam melakukan wawancara, ahli etnografi online akan menghadapi
situasi anonimitas subjek yang sangat tinggi, sehingga perlu dilakukan
verifikasi autentisitas subjek.
Garcia et al. (2009), menggarisbawahi perbedaan penting antara
studi etnografi offline dan etnografi online. Tetapi, terlepas dari persoalan
perubahan data, pencatatan dan wawancara yang berbeda dalam riset
etnografi online, perlu disadari bahwa dalam studi etnografi virtual atau
netnography intinya sebetulnya tetaplah sama, yaitu tentang penceritaan
kisah sosial. Sebagai sebuah metode, etnografi maupun netnography dinilai
260

